DPRD Rembang ingin angkat Makam Sunan Bonang
LASEM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang, berkeinginan supaya destinasi wisata religi di Kabupaten Rembang bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya keberadaan Makam Sunan Bonang, di Desa Bonang, Kecamatan Lasem.
Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf mengatakan situs Makam Sunan Bonang di Kecamatan Lasem apabila dikembangkan dengan baik akan menambah PAD bagi daerah di ujung timur Pantura Jawa Tengah ini.
"Di Kabupaten Rembang, di bidang Pariwisata. Ini ada pariwisata religi, yang saya kira kalau ditangani dengan serius ini bisa dikembangkan," imbuhnya.
Ia mengharapkan kepada dinas terkait agar supaya bisa mengembangkan situs Makam Raden Maulana Malik Ibrahim yang akan diperingati Haulnya pada 28 April 2026 ini.
Rouf mengungkapkan keberadaan Makam Sunan Bonang menjadi karomah tersendiri. Pasalnya, beliau dipercaya masyarakat makamnya ada di 3 tempat yaitu di Rembang, Tuban dan Pulau Bawean. Namun para peziarah lebih tertarik datang ke Tuban. Padahal situs sejarah Sunan Bonang berada di Rembang.
"Sunan Bonang itu hidup, di Desa Bonang. Pondoknya di Desa Bonang, dengan bukti ada Pasujudan. Makamnya di Desa Bonang," ujarnya.
Sunan Bonang merupakan anak dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila, putri dari Arya Teja, Bupati Tuban. Sunan Bonang lahir pada 1465 dan meninggal pada 1525 Masehi atau berusia sekitar 60 tahun.(Masudi/CBFM)