Lagi, Rembang menjadi sasaran KKN
REMBANG - Kabupaten Rembang, Selasa (22/7), kembali menjadi sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN). Setelah sebelumnya, kota garam menjadi sasaran KKN dari Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al Anwar Sarang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rembang, Afan Martadi mengatakan mahasiswa yang melakukan KKN sebanyak 201 orang dengan rincian 51 orang dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dan 150 orang dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur.
"Mahasiswa Unisnu menyasar 3 desa di Kecamatan Sulang meliputi Desa Sulang, Kemadu dan Desa Tanjung. Sedangkan mahasiswa Unirow menyasar Mrayun, Tahunan (Sale); Karas (Sedan); Woro, Terjan, Sendangwaru (Kragan); Lodan Wetan, Bonjor (Sarang); Trahan dan Labuhan Kidul (Sluke)," imbuhnya.
Ia menambahkan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi ini untuk Unisnu dilaksanakan 21 Juli sampai 29 Agustus 2025. Sedangkan Unirow dilaksanakan antara 20 Juli sampai 20 Agustus 2025.
Wakil Rektor bidang III Unisnu, Abdul Wahab mengungkapkan pihaknya melakukan kerja sama dengan kota garam sejak 2022.
"Unisnu dulu rektornya adalah KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh. Itu bestienya Gus Mus. Sehingga di Unisnu KH. Musthofa Bisri itu menjadi dewan penyantun di Kami. Sampai hari ini kita sering sowan ke Rembang," ujarnya.
Rektor Unirow, Warli mengakui pihaknya baru kali ini melakukan kerja sama. Sehinggga ini merupakan tahun pertama kontribusi dari perguruan tinggi yang mencetak guru di timur Kabupaten Rembang.
"Awal semester, Ketua LPM kami menyampaikan tahun ini, Pak kalau bisa KKNnya ada yang di Rembang. Alasannya mahasiswa kita sebagian ada yang dari Rembang dan dosen kami sebagian juga ada dari Rembang. Tetapi kita belum bisa memberikan kontribusi buat Rembang, sehingga direalisasikan saat ini" bebernya.
Bupati Rembang, Harno menyambut baik pelaksanaan KKN karena tema yang diusung sangat relevan dengan kondisi saat ini. Unirow dengan “Sinergi Memberi Solusi: Kampus Berdampak untuk Masyarakat” dan Unisnu dengan “Peran Kader Aswaja sebagai Penggerak Inovasi Sosial, Ekonomi dan Teknologi untuk Kemaslahatan Bangsa” menunjukkan semangat kontribusi aktif mahasiswa dalam membangun masyarakat dari bawah, berbasis potensi dan nilai-nilai lokal.
"KKN merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan kehidupan sosial kemasyarakatan, yang mengedepankan riset, data lapangan, serta pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat secara langsung," tuturnya.
Bupati menjelaskan Kabupaten di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur ini menyambut hangat dan terbuka atas kehadiran para mahasiswa peserta KKN. Pasalnya, kehadiran mereka akan memberikan warna baru dan semangat positif dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan sosial budaya.
Harno mengajak para mahasiswa untuk menjadikan masa KKN sebagai momen belajar langsung dari kehidupan masyarakat, menjadi bagian dari solusi, dan memberikan dampak nyata. Dengan cara hadir dan beradaptasi sesuai kearifan lokal. Jadilah mitra masyarakat, bukan hanya pengamat. Bangunlah komunikasi yang baik dengan warga dan aparat desa, serta berikan kontribusi yang inovatif dan berkelanjutan.
Kepada seluruh perangkat daerah dan jajaran pemerintahan desa yang akan menjadi lokasi KKN menurut Harno dapat memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa, agar pelaksanaan pergerakan tenaga mahasiswa berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Semoga sinergi ini membawa keberkahan dan manfaat besar bagi semuanya.(Masudi/CBFM)