Di Hari Jadi Rembang, Bupati umumkan perpanjang PPPK

Di Hari Jadi Rembang, Bupati umumkan perpanjang PPPK

REMBANG - Di Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang, Bupati Rembang, Harno umumkan pihaknya memperpanjang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 seleksi tahun 2024. Hal itu disampaikannya, saat menjadi manggala (pembina) upacara hari jadi, di Alun-alun Kota Rembang, Senin (27/7/2026).

Bupati Harno mengatakan 1.400an PPPK yang masa kerjanya berakhir pada 31 Agustus 2026 dengan catatan yang kerjanya bagus dan sangat dibutuhkan akan diperpanjang.

“PPPK yang masa tugasnya habis di Bulan September, saya nyatakan dilanjutkan untuk setahun ke depan,” imbuhnya.

Ia menambahkan pihaknya akan melakukan pergeseran bagi pegawai yang ada supaya dekat dengan jarak rumahnya dan mengisi formasi jabatan yang kosong. Harapannya para pegawai bisa merata di segala sektor.

Bupati dalam kesempatan itu juga menyampaikan keberhasilan yang diraih Pemerintah Kabupaten Rembang dalam kurun waktu 1 tahun kemarin. Di antaranya memperoleh penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-8 kalinya

“Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sampun kaping 8 saking Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) minangka bukti transparansi lan akuntabilitas,” ujarnya.

Keberhasilan lainnya berupa cakupan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencapai 99,52 persen dan peserta BPJS aktif sebanyak 80,04 persen. Sehingga mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal ini sebagai bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, tanpa diskriminasi, dan tanpa rasa khawatir akan biaya. Melalui dukungan kebijakan, penganggaran, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat sinergi bersama BPJS Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, demi layanan yang mudah, cepat, dan setara. Harapannya dengan UHC, tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh hak dasar kesehatan.

Di samping itu, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari 3,67 meningkat dari tahun sebelumnya (3,53). Tren peningkatan ini menunjukkan bahwa kinerja pembangunan daerah dalam mendukung peningkatan daya saing telah berjalan dengan baik.

Begitu juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 73,40
Meningkat dari tahun sebelumnya (72,53). IPM menjelaskan bagaimana mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia baik masyarakat maupun penduduk. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen untuk meningkatkan IPM baik dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, maupun bidang sosial ekonomi.

Selain itu, Pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebanyak 5,77. Sehingga meningkat dari tahun sebelumnya di angka 5,08. Capaian tersebut tidak hanya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi juga tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan nasional.

Bahkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 2,90%. Dari tahun sebelumnya (2,84%). Dibandingkan dengan capaian Provinsi Jawa Tengah dan nasional, TPT Kabupaten Rembang tahun 2025 menempati posisi ketiga terendah se-Provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Temanggung. Hal ini menunjukkan bahwa daya serap tenaga kerja di Kabupaten Rembang sangat baik dan kompetitif di tingkat provinsi.

Begitupun Tingkat kemiskinan saat ini berada di 13,01%. Sehingga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebanyak 14,02%. Hal itu menunjukkan Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan melalui strategi dalam penanggulangan kemiskinan berupa penurunan
beban pengeluaran; peningkatan pendapatan; dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan yang berjalan secara konvergen dan terintegrasi. Dengan ketiga strategi tersebut akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan meningkatnya pendapatan masyarakat, maka berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang sehingga terhindar dari kemiskinan.

Terlebih Indeks Infrastuktur sebanyak 55,24. Sehingga meningkat dari tahun sebelumnya 47,46. Hal ini menunjukkan semakin tinggi angka indeks infrastruktur yang dimiliki oleh daerah, maka dapat dikatakan pembangunan di daerah tersebut menuju ke arah yang semakin baik dan tepat sasaran.

Terkait Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) angkanya saat ini berada di 72,50. Sehingga meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 66,96. Capaian IKLH Kabupaten Rembang sebesar 72,50 di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 69,46, sedangkan untuk capaian IKLH secara nasional masih belum dipublikasikan dikarenakan belum semua kabupaten/kota melakukan input data pada aplikasi. Capaian tahun 2025 ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup Kabupaten Rembang telah mengalami akselerasi peningkatan kualitas lingkungan hidup dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Ing warsa 2025 punika nedahaken bilih kualitas lingkungan hidup Kabupaten Rembang sampun wonten indhakipun menawi dipun-imbangaken warsa-warsa saderengipun,” tuturnya. 

Harno mengajak di Hari Jadi ke-286 Kabupaten Rembang, supaya dijadikan sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam setiap langkah pembangunan. Harapannya dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan seluruh masyarakat, Kabupaten Rembang akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Sehingga dapat mewujudkan Rembang yang tangguh dalam ketahanan pangan, unggul dalam kualitas sumber daya manusia, memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, serta didukung infrastruktur yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.(Masudi/CBFM)

Buffering ...