Pemkab siap kolaborasi
REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, mengajak kepada masyarakat untuk taat membayar pajak. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, saat sinergitas penanganan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berbasis kewilayahan, di Rumah Dinas Bupati Rembang, Selasa (14/7/2026).
Wabup Hanies mengatakan membayar pajak ini sangat penting karena manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur atau yang lainnya.
“Optimalisasi PKB dari tahun ke tahun kecenderungannya menurun. Kita karena ada sistem Opsen ini diberlakukan, Pemkab akan melakukan sinergi dengan Bapenda Jateng untuk meningkatkan optimalisasi pajak,” imbuhnya.
Ia menambahkan upaya yang dilakukan Pemkab Rembang untuk mengoptimalkan PKB dengan bundling penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang dilakukan oleh tim rayon PBB P2 di tingkat desa yang terdiri dari kepala desa dan perangkat desa.
Upaya lainnya untuk optimalisasi PKB menurut Wabup Hanies dengan menggandeng organisasi masyarakat, influencer dan pegiat sosial media.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Muhamad Masrofi mengaku pihaknya akan memberikan penghargaan (reward) kepada wajib pajak yang taat membayar pajak sebelum jatuh tempo dengan memberi diskon atau cashback dan gebyar hadiah Samsat.
“Tahun-tahun yang lalu, ada program pemutihan yang diberikan kepada masyarakat yang tidak atau belum membayar pajak. Tunggakan 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun diberikan pemutihan (bebas denda pokok) pajak. Hanya membayar pajak tahun berjalan,” ujarnya.
Masrofi menyebutkan angka kepatuhan membayar pajak di Jateng pada tahun lalysebanyak 68% dan pada tahun berjalan menjadi 64%. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perlambatan ekonomi hingga menurunnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap pengelolaan pajak. Padahal, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.(Masudi/CBFM)