Pemerintah mempertahankan koperasi sebagai soko guru ekonomi

Pemerintah mempertahankan koperasi sebagai soko guru ekonomi

REMBANG - Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, saat membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, pada saat upacara Hari Koperasi, di Halaman Kantor Bupati Rembang, Senin (13/7/2026).

Sekda Fahrudin mengatakan di tengah berbagai tantangan, koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif serta berkeadilan.

“Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, telah meletakkan fondasi pemikiran yang tetap relevan hingga hari ini, bahwa koperasi bukan badan usaha semata, tetapi merupakan usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan,” imbuhnya.

Ia menambahkan bagi Bung Hatta, koperasi adalah pengejawantahan demokrasi ekonomi. Pasalnya, setiap anggota memiliki hak yang sama, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, dan keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan seluruh anggotanya.

Sehingga semangat tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat.

Pasalnya, melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pemerintah mendorong lahirnya lebih dari 80.000 koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Sekda menyebutkan saat ini ada lebih dari 80.000 KDKMP, dimana lebih dari 1.061 diantaranya telah beroperasi sebagai langkah awal. KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat.

Fahrudin mengungkapkan pembangunan koperasi hari ini tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah tengah mendorong lahirnya koperasi-koperasi sektor produksi yang menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat. Harapannya berbagai koperasi kini mengelola SPBUN bagi nelayan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta berbagai usaha produktif lainnya yang memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Sehingga koperasi didorong menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit, yang tidak lagi hanya menjual tandan buah segar, tetapi juga mengembangkan pengolahan minyak sawit, produk turunan, hingga industri bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani.

Di sisi lain, koperasi menurut Fahrudin digerakkan generasi muda juga mulai tumbuh pada sektor ekonomi kreatif dan digital, mulai dari koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup.

Mantan Kepala Inspektorat Rembang ini mengapresiasi tumbuhnya koperasi-koperasi tersebut dan mengajak pemerintah daerah serta gerakan koperasi untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak koperasi modern lahir di seluruh Indonesia. Karena hal itu sebagai wajah baru koperasi Indonesia. Koperasi yang menguasai teknologi, yang mengelola energi, yang membangun industri, dan menjadi penggerak inovasi. Pasalnya, koperasi hari ini tidak lagi identik dengan administrasi yang rumit, pelayanan yang terbatas, atau usaha yang berjalan seadanya.

“Tema Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya," mengandung makna yang sangat mendalam. Indonesia tidak akan benar-benar berjaya apabila ekonomi rakyat tertinggal. Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila desa-desa belum berdaya. Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang kuat apabila pelaku usaha kecil berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Kepada wartawan seusai upacara Fahrudin mengaku koperasi di ujung timur Pantura Jawa Tengah ini, sangat baik perkembangannya.

“Koperasi ini cukup baik di Kabupaten Rembang, perkembangannya. Sehingga nanti ke depan dengan adanya KDKMP bisa menjalin kerja sama antar koperasi yang dimotori oleh KDKMP yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu dilanjutkan tasyakuran Hari Koperasi yang diikuti seluruh peserta upacara dan diisi Gerakan Koperasi Bersedekah dengan membagikan 400 paket Sembako.

Kegiatan ini, akan ditutup dengan pagelaran seni dan budaya berupa pertunjukan wayang kulit, di Pendapa Museum RA. Kartini pada 25 Juli 2026.(Masudi/CBFM)

Buffering ...