Pemkab Rembang bersama lintas sektor tangani rob
REMBANG - Kabupaten Rembang, sangat rentan terjadi rob (meluapnya air laut ke daratan). Pasalnya, sepanjang 63 kilometer wilayahnya berada di pesisir pantai.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim mengatakan sebagai upaya untuk mengatasi rob, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, dengan menyiapkan solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dan permukiman warga dari ancaman abrasi maupun banjir rob.
“Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Tengah diminta untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kami terkait penanganan rob di wilayah pesisir Rembang,” imbuhnya.
Ia menambahkan pihaknya juga telah melakukan pemantauan dan asesmen di sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Luthfi mengungkapkan Pemkab Rembang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana tengah mengupayakan pembangunan struktur pelindung pantai berupa breakwater atau pemecah gelombang permanen. Tim teknis dijadwalkan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
“Kita sudah koordinasi, sudah bersurat juga ke BBWS untuk hari Rabu. Hari Rabu besok mereka mau datang kesini untuk meninjau langsung. Jadi kemarin ada tiga titik yang kita pantau,” ujarnya.
Luthfi yang juga Sekretaris BPBD Kabupaten Rembang mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama masa peralihan musim. Termasuk pengunjung wisata pantai dimohon tidak beraktivitas di dalam air laut demi keselamatan.
Sebelumnya, rob terjadi di Desa Pantiharjo Kecamatan Kaliori, Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan, dan Desa Pandangan Kulon. Sebanyak 13 rumah warga terdampak, dengan kerusakan paling parah berada di Desa Sumurtawang. Selain itu, satu lokasi pembibitan benur di kawasan pesisir turut terdampak akibat gelombang pasang.(Masudi/CBFM)