Bupati Harno buka job fair
REMBANG - Di Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang, Bupati Rembang, Harno membuka job fair. Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari antara 22 sampai 23 Juli 2026 itu, digelar di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang.
Bupati Rembang, Harno mengatakan bagi warga masyarakat Kota Garam bisa langsung mendatangi kegiatan yang berada di Kantor Dinperinaker. Pasalnya, di sana ada stand lowongan kerja dari berbagai perusahaan.
“Bagi warga masyarakat yang anaknya atau keluarganya butuh pekerjaan bisa langsung komunikasi dengan Disperinaker. Di sini banyak. Ada di atas 3.000 lebih butuh karyawan. Ada yang datang dari Rembang dan dari luar Rembang,” imbuhnya.
Ia menambahkan penyediaan kesempatan kerja merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi, penguatan hubungan industrial yang harmonis, hingga perluasan akses informasi lowongan pekerjaan melalui penyelenggaraan Job Fair.
Bupati mengaku Rembang Job Fair menjadi wadah strategis yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung. Harapannya proses rekrutmen dapat berlangsung lebih efektif, transparan, dan memberikan peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Kepada para pencari kerja Bupati berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan kemampuan, kuasai keterampilan baru, bangun etos kerja yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Harno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh perusahaan yang telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di timur Pantura Jawa Tengah itu. Pasalnya, partisipasi dunia usaha merupakan bentuk nyata kepedulian dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Orang nomor 1 di Rembang tersebut menerangkan pada 2025, Rembang meraih peringkat ke-5 terendah Tingkat Pengangguran Terbuka se-Jawa Tengah. Dengan capaian 3,09%, sehingga berada 1,57 poin persentase lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 4,66% pada Agustus 2025. Hal ini menunjukkan kondisi ketenagakerjaan yang relatif lebih baik dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten Rembang akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis mampu menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Rembang, Ferry Sumardi membenarkan di kegiatan job fair ini diikuti 30 stand perusahaan lokal dan interlokal dengan membuka lowongan kerja sebanyak 3.200 calon tenaga kerja.
“Harapan kami sesuai amanat dan ketentuan kita harus bersinergi dengan perusahaan-perusahaan dalam rangka untuk mencukupi perusahaan itu dalam mencari pekerja,” ujarnya.
Ferry menuturkan dalam kegiatan itu mengambil tema Bersama Naker Bisa, Kita Bisa.
Tema tersebut mengandung makna keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, lembaga pelatihan kerja, serta masyarakat agar mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.(Masudi/CBFM)