TMMD Waru ditutup

TMMD Waru ditutup

REMBANG - Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang berada di Desa Waru, Kecamatan Rembang, telah selesai dilaksanakan. Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan antara 20a April sampai 21 Mei 2026 itu ditutup oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0720 / Rembang, Letkol Arm. Winner Fradana Dieng, dengan pemukulan gong.

Dandim Rembang, saat membacakan sambutan Panglima Daerah Militer IV / Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin mengatakan program TMMD sengkuyung tahap 2 tahun 2026 ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema tersebut menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional dan upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang,” imbuhnya.

Ia menambahkan biaya pembangunan dianggarkan melalui sharing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 239 juta dan APBD Kabupaten Rembang senilai Rp 150 juta itu diisi kegiatan berupa pembangunan jembatan 9 meter kali 3,25 meter, pembangunan sayap jembatan 35 meter, jalan pudle 140 meter dan paving blok 60 meter.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin menjelaskan TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan TNI dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga desa.

“TMMD ini program dari pusat, provinsi, dan daerah, sehingga kolaborasi ini dalam rangka pemerataan pembangunan. Harapan Pak Presiden pembangunan berasal dari desa dan ini diwujudkan,” tuturnya.

Kepala Desa Waru, Sukatmi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena jembatan tersebut sangat vital untuk aktifitas masyarakat.

“Itu bermanfaat bagi anak-anak ngaji di Madrasah, ketika jembatan itu putus harus memutar melewati jalan raya. Terlalu jauh, sangat rawan terjadi kecelakaan. Di samping itu anak-anak yang mau ke SMP 1 dan SMA / SMK bisa melewati jalur dalam,” ujarnya.

Sukatmi menerangkan jembatan penghubung antar RW itu mengalami kerusakan akibat diterjang banjir pada awal 2023. Oleh Pemerintah Desa dibuatkan jembatan dari bambu (seseg). Karena di sebelah selatan ada Madrasah Diniyah tempat anak-anak mengaji. Seiring berjalannya waktu jembatan hancur karena usia.(Masudi/CBFM)

Buffering ...