Tidak cukup bukti, Supadi bebas

Tidak cukup bukti, Supadi bebas

REMBANG - Supadi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang, memang ditahan oleh otoritas Arab Saudi, namun kasus hukum yang disangkakan tidak seperti yang diberitakan di media. Hal itu disampaikannya, saat Supadi, saat jumpa pers, di Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang, Kamis (15/8).

Supadi mengatakan pada tanggal 5 Juni sampai ke Arab Saudi. Pada 9 Juni menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam rangka untuk memberikan hadiah kepada pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren di Mekkah. Baru 10 menit ada operasi gabungan polisi Mekkah, Madinah dan polisi Riyadh yang mendatangi (TKP).

"Saat itu yang ditanyakan tidak visa atau apa. Yang ditanyakan kamu ke sini bawa apa? Bawa oleh-oleh dari Indonesia. Terus diminta oleh polisi sebagai bukti. Di dalamnya ada uang untuk kehidupan sehari-hari di sana" imbuhnya.

Ia menambahkan terkait berita dirinya ditangkap karena membawa laptop dan komputer itu tidak benar. Pasalnya, laptop dan komputer yang ada di TKP itu milik pelajar yang diberikan oleh Safarah Indonesia.

Terlebih dirinya tidak bisa mengoperasikan laptop atau komputer. Sehingga ketika ada keperluan untuk mengoperasikan komputer atau laptop menyuruh ajudannya.

Selain itu, soal memalsu dokumen haji dan menampung jamaah haji ilegal menurut Supadi tidak ada. Sehingga ketika di sidang pengadilan, polisi disuruh mencari saksi juga tidak bisa. Akhirnya dirinya bersama menantu dan 3 orang Warga Negara Indonesia, dibebaskan.

"Akhirnya persidangan ditutup. Persidangan ke-2, dianggap dari kepolisian dan JPU tidak bisa membuktikan. Sidang ke-3, JPU tidak hadir " bebernya.

Soal pemakaian visa ziarah, Supadi membenarkan. Tapi visa tersebut hanya untuk umrah di Mekkah dan tidak dipakai berhaji.

Politisi PPP asal Desa Banowan, Kecamatan Sarang ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendoakannya, sehingga dia bisa pulang ke tanah air dengan selamat.

Hal Senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Rembang, Zaimul Umam Nursalim menyampaikan terima kasih atas bantuan dari semua pihak, utamanya Kementerian Luar Negeri.

“Dalam hal ini KJRI di Jeddah. Terima kasih untuk masyarakat Indonesia, terutama kader PPP yang telah mendo’akan. Saya sendiri kenal dekat dengan pak H. Supadi, beliau orangnya baik,” ujarnya.

Adik dari ulama KH. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha') ini berharap setelah ada keputusan pengadilan di Arab Saudi, nama baik Supadi harus dipulihkan karena beliau menjadi Ketua DPRD.(Masudi/CBFM)

Buffering ...