Sembahyang Ni Mei awali Imlek di Lasem

LASEM - Umat Khonghucu di Lasem, Selasa (28/1) ini, sudah memulai prosesi pergantian tahun baru Imlek 2576 Kongzili. Kegiatan diawali dengan sembahyang Ni Mei (pergantian tahun).
Tokoh Kelenteng Poo An Bio, Oenardi (Oen Liang), kepada wartawan mengatakan sembahyang Ni Mei sebagai bentuk kirim doa kepada arwah para leluhur yang sudah meninggal.
"Kalau orang Jawa bilang kirim donga," imbuhnya.
Ia menambahkan bagi yang punya abu leluhur di rumahnya melakukan sembahyang di rumah.
Dilanjutkan Jam 9 melakukan Nimei secara berkelompok di Kelenteng. Dimana pemujaan di Kelenteng diawali dari dari Poo An Bio Desa Karangturi, Gie Yong Bio Desa Babagan dan terakhir pada jam 11 siang, pemujaan dipusatkan jadi satu di Kelenteng Cu An Kiong Desa Soditan.
Ketika ditanya Imlek identik dengan hujan Oenardi menjawab hujan di saat Imlek membawa hoki atau keberkahan. Pasalnya, mendapat restu para dewa.
Terakhir pada malam harinya pada pukul 12.00 dilakukan sembahyang Gong Xi Fa Cai dengan bersalaman dengan peserta yang hadir sebagai bentuk saling maaf memaafkan kepada yang masih hidup.
"Kalau orang Islam, malam minal aidzin wal faizin," bebernya.
Oenardi mengungkapkan dalam rangkaian sembahyang Gong Xi Fa Cai dengan memasang kembang api, hiburan musik, barongsai dan atraksi liang liong.
Hal senada disampaikan, Tokoh Kelenteng Cu An Kiong, Tri Wibowo (Go Boen Ho) menuturkan jam 19.00 dilakukan sembahyang bersama di 3 kelenteng dimulai dari Kelenteng Poo An Bio. Setelah itu melekan sampai tengah malam pergantian tahun shio ular kayu.
"Istilahnya mapag tanggal," ujarnya.
Tri Wibowo menerangkan kegiatan Imlek berakhir dengan Cap Go Meh pada 15 hari sesudah Imlek melakukan dengan melakukan pemujaan kepada Tuhan Alah. Sebagai bentuk memohon ampunan kepada tuhan yang maha esa.
Cap Go Meh menurut Tri Wibowo diakhiri dengan kumpul-kumpul sambil makan kelontong Cap Go Meh.(Masudi/CBFM)