RGT2 tutup, mungkinkan alternatif lain

RGT2 tutup, mungkinkan alternatif lain

SUMBER - Produksi gas dari sumur migas Randugunting (RGT2) di Krikilan, Sumber, Rembang, akhirnya secara resmi benar-benar ditutup. Ini dilakukan setelah upaya perbaikan oleh PT Pertamina tak membuahkan hasil.

Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Rembang Migas Energi (RME), Mardi mengatakan dengan ditutupnya sumur RGT2, pihaknya masih berharap ada eksplorasi sumur gas di desa lain.

"Kebijakannya untuk sumur RGT2 itu dinyatakan shutdown atau ditutup. Kita menunggu studi kelayakan di tempat lain di Rembang. Begitu RGT2 ditutup, adakah pengembangan di daerah lain. Karena potensi-potensi di tempat lain ada," imbuhnya.

Ia menambahkan pihaknya mendorong PT. Pertamina selaku Badan Usaha Milik Negara agar bisa mengeksplorasi sumur gas lain di Rembang. Pasalnya, saat ini pemerintah telah memprogramkan ketahanan energi setelah ketahanan pangan.

Di samping itu, pemerintah sedang menggalakkan transformasi energi dari energi fosil ke energi hijau. Sehingga kebutuhan gas sangat dibutuhkan sekali. Pasalnya, keberadaan energi fosil menimbulkan gas buang (emisi) tinggi dan tidak dapat diperbaharui.

Mardi menuturkan macetnya produksi gas di Sumber itu, lebih dari 2,5 tahun.. Akibatnya, Pemkab Rembang  kehilangan pendapatan Rp 2 miliar per tahun.

Asisten perekonomian dan pembangunan Sekretariat Daerah Rembang menyebutkan dulu produksi setahun full bisa dapat DBH (dana bagi hasil) migas Rp 2 miliar lebih. Sejak tahun 2022. Produksi full di tahun 2021. Setelah itu kondisinya sudah tidak stabil.(Masudi/CBFM)

Buffering ...