Rembang jadi sasaran youth election Fest

REMBANG - Kabupaten Rembang Sabtu (2/11), menjadi sasaran Youth Election Fest 2024 (sosialisasi pengawasan partisipatif Pilkada 2024 kepada milenial) yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan yang digelar di Pendapa Museum Kartini itu merupakan kegiatan ke 16 dari 17 kabupaten sasaran dari 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah. Pasalnya, sasaran ke-17 yang akan dilaksanakan minggu depan berada di Kabupaten Karanganyar.
Anggota Bawaslu Jateng, Nur Kholiq mengatakan dipilihnya Rembang sebagai salah satu lokasi sasaran karena Bawaslu Kabupaten Rembang mengusulkan kegiatan sosialisasi yang dikemas ala santri.
"Dasar untuk menentukan kabupaten mana yang kita pilih dasar utamanya soal kreatifitas, inovasi dan bagaimana bisa membuka atau memberikan terhadap kearifan lokal" imbuhnya.
Ia menambahkan salah satu konsep yang dikemas untuk sosialisasi berupa stand up comedy santri. Pasalnya, santri biasanya identik dengan baca kitab kuning, khithabah (pidato), dakwah dan lain sebagainya. Sehingga dirasa stand up comedy layak untuk dijadikan sasaran Youth Election Fest. Karena dimungkinkan satu-satunya di Indonesia.
"Kita batasi tema-tema yang diangkat adalah tema-tema anti politik uang, pengawasan dan demokrasi" ujarnya.
Nur Kholiq berharap melalui stand up comedy santri tersebut agar isu-isu tentang pemilu dan demokrasi bisa masuk ke kawasan pesantren dan pelajar.
Mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Purworejo itu mengungkapkan dipilihnya sasaran pengawasan partisipatif dari pemilih pemula karena berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng sebanyak 53% dari 28.427.616 merupakan generasi milenial dan generasi z. Sehingga pihaknya perlu menggandeng pelajar dan santri untuk menjadi pengawas partisipatif.
Di samping itu perlunya pengawas partisipatif karena personel Bawaslu di tingkat provinsi hanya 7 orang, di tingkat kabupaten 5 komisioner, di tingkat kecamatan ada 3 personel bahkan di tingkat Tempat Pemungutan Suara hanya 1 orang. Sehingga perlu melibatkan masyarakat utamanya kaum muda.
Ketua Panitia pelaksana, Totok Suparyanto membenarkan sasaran Youth Election Fest 2024 adalah pemilih pemula.
"Yang menurut informasi dari kawan-kawan KPU Rembang datanya 10 ribu. Pemilih pemula kebanyakan di SMA, SMK, MA dan pondok pesantren" bebernya.
Totok Suparyanto yang merupakan Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang mengungkapkan Youth Election Fest 2024 ini disesuaikan dengan minat pemilih pemula sehingga jenis kegiatannya berupa festival dance pelajar dan stand up comedy santri.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Agus Salim mengajak kepada pemuda cerdas untuk mengecek data diri pada DPT sesuai daerah pemilihan.
"Cek DPT berfungsi untuk memastikan nama pemilih yang akan menyumbangkan suara pada pilkada sesuai dengan keadaan yang ada. Jangan sampai ada nama yang hilang" tuturnya.
Agus Salim menghimbau agar pemilih pemula supaya bisa melek politik sehingga menggunakan hak pilihnya dengan cerdas. Jangan sampai golput (golongan putih / tidak mencoblos).(Masudi/CBFM)