Rembang berpotensi terjadi gempa

REMBANG - Kabupaten Rembang, berpotensi terjadi gempa. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, saat rapat di Kantor Bupati Rembang, Senin (26/8).
Kalakhar BPBD Rembang mengatakan potensi adanya gempa itu dipicu adanya posisi Kabupaten Rembang diapit oleh Sesar (patahan) Lasem, Pati dan Sesar Muria.
"Hari Rabu besuk saya juga diundang BMKG Pusat Jakarta terkait isu-isu gempa bumi" imbuhnya.
Ia menambahkan masing-masing kecamatan berpotensi terjadi gempa mulai 5 Skala Richter (SR) hingga 8 SR. Pasalnya, kedalaman kurang dari 15 kilo meter.
Perempuan yang biasa disapa Anjar itu menjelaskan dengan adanya potensi itu, kini di BPBD Rembang dipasang alat Sistem Diseminasi Warning Receiver System (WRS) untuk mendeteksi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Rembang. Sistem ini, yang merupakan bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
"Setiap menit, Pak. Itu di Indonesia selalu terjadi gempa. Alarmnya bunyi" ujarnya.
Terkait konstruksi rumah tingkat menurut Anjar rumah tingkat yang hanya goyang-goyang ketika terjadi gempa harusnya kalau membuat rumah tingkat, konstruksinya dibuat rumah tahan gempa seperti di negara Jepang.(Masudi/CBFM)