Pemkab siapkan strategi Jagung bisa sesuai HET
BULU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, akan menyiapkan strategi agar harga jagung tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat. Pilihannya menyiapkan gudang atau pengajuan mesin pengering jagung ke pemerintah pusat.
Bupati Rembang, Harno, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan, di Pendapa Kecamatan Bulu mengatakan pengajuan ke pemerintah pusat itu untuk membantu petani ketika musim hujan seperti yang terjadi, saat ini, harganya agar tidak anjlok karena tidak adanya pemanasan yang maksimal.
"HET jagung sudah ditentukan pemerintah, harganya sekian. Cuma prakteknya, hari ini merosot. Karena cuaca," imbuhnya.
Ia menambahkan tanaman jagung saat ini menjadi primadona karena dibutuhkan oleh peternak ayam. Bahkan jumlah peternak ayam yang tadinya 500 orang menjadi 1.000 se-Kabupaten Rembang. Hal itu akibat adanya permintaan daging ayam dalam mensuport program Makanan Bergizi Gratis yang diprogramkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bulu, Rosyidi mengusulkan agar ada pengadaan bantuan Alat Mesin Pertanian berupa pengering (oven) jagung.
"HET Jagung itu Rp 5.500 hanya Rp 3.800. Karena Bulog maupun yang lainnya tidak punya oven.
Akhirnya jagung dijual dengan sangat rendah, Pak," ujarnya
Rosyidi yang merupakan Kepala Desa Karangasem mengaku komoditas jagung sangat melimpah di perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora ini.(Masudi/CBFM)