Pemilu dan Pilkada catat tren positif

REMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, mencatat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, terjadi trend positif bagi Kabupaten Rembang. Pasalnya dalam Pilkada tersebut, partisipasi pemilih di Kabupaten Rembang menjadi yang tertinggi se-Jawa Tengah (Pilbup 88,62 % dan Pilgub 88,73 %).
Komisioner KPU Rembang, Khoirul Umam, saat rapat kerja evaluasi tahapan kampanye dan dana kampanye pemilihan serentak tahun 2024, Minggu (16/2) mengatakan berdasarkan evaluasi KPU Provinsi Jawa Tengah, kota garam Kabupaten Rembang juga menempati daerah dengan suara sah tertinggi se-Jawa Tengah. Disusul Kabupaten Kudus dan Boyolali.
"Angkanya menembus 97,99 %," imbuhnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang, Nibrosu Rohid, menyampaikan terjadinya pelanggaran pada tahapan kampanye baik pemilu maupun pilkada 2024 disebabkan karena minimnya pengetahuan peserta pemilu / Pilkada tentang regulasi. Karena saat tahapan kampenye Pemilu / Pilkada belum dimulai, Alat Peraga Kampanye (APK) sudah dipasang. Begitu juga pada saat masa tenang masih ditemui adanya APK yang terpasang.
"Kemarin sempat bersitegang dengan peserta kampanye. Karena dalam APK ada citra diri seperti pemasangan nomor urut dan gambar partai politik," ujarnya.
Atas kejadian itu menurut Nibrosu Rohid pihaknya merekomendasikan pada Pemilu 2029 yang akan datang, agar ada sosialisasi yang masif tentang peraturan regulasi dalam setiap tahapan pelaksanaannya.
Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menyebutkan dalam rapat kerja evaluasi tahapan kampanye dan dana kampanye pemilihan serentak tahun 2024, menghadirkan desk Pilkada Rembang.
"Selain dari Bawaslu ada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto, Satpol PP dan Linmas Rembang, Kodim 0720/ Rembang dan Polres Rembang," terangnya.
Iqbal menjelaskan dalam kegiatan itu menghadirkan perwakilan pengurus partai politik yang ada di kota garam.(Masudi/CBFM)