Pancur mimpi berdirinya SMA

Pancur mimpi berdirinya SMA

PANCUR - Masyarakat Pancur sangat memimpikan keberadaan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pasalnya, usulan sekolah menengah itu sering disampaikan dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) setiap tahunnya namun belum terealisasi.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Pancur, Nuryanto dalam kegiatan Musrenbangcam (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan) RKPD (Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah) 2026, di Pendapa Kecamatan Pancur, Rabu (12/3) mengatakan perlunya didirikan SMA di Pancur salah satunya peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada saat peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

"Waktu pas acara 17an, kita tidak punya Paskibraka SMA. Punyanya anak-anak SMP. Anak-anak kecil," imbuhnya.

Nuryanto yang merupakan kepala desa Pandan menambahkan diusulkannya pendirian SMA agar pendidikan di Kecamatan Pancur bisa sama dengan kecamatan lainnya.

Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Pemilihan Rembang 2 (Lasem - Pancur), Puji Santoso membenarkan diperlukannya pendirian SMA karena dengan adanya sistem zonasi (berganti Sistem Penerimaan Murid baru - SPMB) pada pendaftaran siswa baru, anak Pancur tidak bisa masuk ke sekolah negeri karena tidak bisa masuk di sistem domisili.

"Di sistem SPMB mau ke Lasem susah. Di Pamotan susah. Kita seakan-akan anak buangan," ujarnya.

Puji mengungkapkan usulan bisa berbentuk SMK untuk mewadahi anak-anak ketika lulus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa melalui kuliah di perguruan tinggi.

Di Pancur menurut Puji SMA itu nantinya bisa menampung siswa dari 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan 1 SMP swasta di sana.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Rembang, Agus Salim siap merealisasikan usulan tersebut dengan merekomendasikan kepada Bupati Rembang, Harno.

"Rekomendasi dari Pak Bupati akan dikirim ke Pak Gubernur. Rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Pak Gubernur. Di proposal itu disampaikan jumlah penduduk, siswa yang harus tertampung dan lain-lain," bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Sutrisno menyebutkan beberapa kecamatan di Rembang tidak mempunyai SMA negeri tersebar di Pancur, Sarang, Sluke dan Bulu.(Masudi/CBFM)

Buffering ...