Ngotoko akan jadi sasaran TMMD

BULU - Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, akan menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung 2 tahun anggaran 2025. Kegiatan TMMD kedua untuk Ngotoko setelah 2019, direncanakan akan dilaksanakan pada Mei nanti.
Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, mengatakan dipilihnya Dusun Ngotoko karena Dusun bersangkutan selama ini, terkenal sebagai dusun yang terisolir sehingga bisa diakses masyarakat. Sehingga Dusun yang berada di Perbatasan Rembang dengan Kabupaten Blora itu semakun maju dan berkembang.
"Menurunkan tanjakan terjal menuju Dusun Ngotoko. Ini yang jadi momok. Menyusahkan adik-adik-adik sekolah SD, SMP dan SMA juga ibu-ibu ketika membawa barang. Nanti kita turunkan 2 meter," imbuhnya.
Ia menambahkan sasaran lainnya mengecor jalan sepanjang 3,5 kilo meter. Pengecoran dilakukan di kanan kiri jalan.
Bambang mengungkapkan saat ini, pihaknya telah mengurus perpanjangan ijin penggunaan jalan di kawasan hutan.
"Ternyata 2 tahun terus diperbaiki. Kita usahakan ijinnya permanen. Fakta hidupnya dan fakta yuridisnya bahwa Ngotoko ini sudah ada sebelum merdeka. Karena dulu ini pekerja-pekerja mblandong. Kalau lihat sejarahnya mblandong ini ditawari ke Suriname. Kalau sepakat," tuturnya.
Dukuh Ngotoko menurut Bambang terletak di tengah hutan Administrasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mantingan Kabupaten Rembang. Keberadaan Dukuh Ngotoko sudah berdiri sejak jaman Hindia Belanda. Merupakan tenaga Blandong yang membantu kegiatan penebangan hutan wilayah Mantingan. Sehingga secara hak asal usul Dukuh Ngotoko sudah memiliki sejarah panjang bersamaan dengan keberadaan hutan Mantingan.
Sedangkan jalan Desa yang merupakan jalan buntu, karena hanya menghubungkan Dukuh Ngotoko ke akses desa Pasedan dan Jalan Raya Rembang - Blora sebagaimana dulu merupakan Rute Lori Sepur untuk pengangkutan kayu jati Blandong. Sehingga ini bukan jalan baru namun jalan yang sudah terbentuk sejak kepentingan transportasi kayu jati Hindia Belanda.
Sejak Orde Baru dimana Perhutani memiliki kepentingan besar untuk pengangkutan kayu, jalan ini mendapatkan perhatian besar dan selalu dirawat dengan pengaspalan.
Semenjak reformasi dan penjarahan hutan di mana-mana, jalan ini nyaris tidak pernah mendapatkan perhatian sampai saat ini.
2019 lalu, pernah dilakukan pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler. Namun kondisi jalan saat ini sudah rusak maka tahun 2025 ini, akan dibangun lagi dengan program TMMD Sengkuyung 2025.(Masudi/CBFM)