Mojorembun jadi sasaran TMMD

Mojorembun jadi sasaran TMMD

KALIORI - Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, menjadi sasaran pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung tahap IV tahun anggaran 2024. Kegiatan dilaksanakan selama 30 hari mulai hari ini sampai 31 Oktober.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengatakan dipilihnya Desa Mojorembun sebagai sasaran lokasi TMMD karena akses jalannya mendukung perekonomian berupa akses jalan penghubung pemukiman antar desa untuk meningkatkan akses ekonomi sentra pertanian.

"Insya Allah dengan adanya pembangunan TMMD di Desa Mojorembun penghubung Desa Maguan ini nanti bisa memperlancar akses ekonomi, sosial dan yang lain-lain. Harapannya masyarakat bisa lebih sejahtera" imbuhnya.

Ia menambahkan dipilihnya Mojorembun sebagai lokasi sasaran karena masuk salah satu dari kriteria lokasi TMMD yaitu daerah terisolir, daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan tertinggal.

Hafidz menerangkan dalam dengan biaya Rp 377.420.000 sharing antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu menyasar pembangunan fisik berupa jalan grosok pudle sepanjang 650 meter kali 2,5 meter, talud jalan 475 meter kali 0,3 meter, 3 unit plat beton dan 1 gorong-gorong.

Selain itu dilaksanakannya kegiatan non fisik berupa penyuluhan PPBN, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan keamanan, ketertiban masyarakat, hukum dan narkoba serta penyuluhan keluarga berencana, pemberdayaan anak dan stunting.

Khusus sasaran jalan sepanjang 650 meter menurut Hafidz tahun ini dibuat jalan makadam, nantinya pada tahun berikutnya ditingkatkan lagi. Pasalnya, jalan yang ada dulunya merupakan jalan akses masyarakat ketika ke sawah. Namun lama-lama jalannya menyempit.

Kepala Desa Mojorembun, Suyanto menyambut baik dilaksanakannya TMMD karena sangat membantu masyarakat.

"Karena masyarakat Mojorembun mayoritas petani. Utamanya petani yang sawahnya di kanan kiri jalan" ujarnya.

Suyanto mengungkapkan selain jalan akses pertanian, jalan yang ada menjadi jalur akses alternatif bagi pelajar untuk menuntut ilmu di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Desa Maguan.

Di samping itu jalan itu menjadi akses masyarakat setempat ke Pasar Desa Kuniran, Kabupaten Pati.(Masudi/CBFM)

Buffering ...