Menjelang libur lebaran, Jembatan Merah pilih libur
REMBANG - Memasuki musim libur lebaran 2026, Destinasi Wisata Taman Konservasi Hutan yang lebih dikenal dengan Jembatan Merah pilih libur. Pasalnya, tempat wisata di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang ini sudah mulai ditinggalkan pengunjungnya.
Juru kunci Jembatan Merah, Ngajiman mengatakan destinasi wisata yang menyajikan 400 meter jembatan kayu bercat merah di tengah hutan mangrove ini terkendala perawatan jembatan dan pohonnya sehingga pada musim liburan kali ini memilih libur.
"Biasanya ya sudah persiapan itu pengurus-pengurusnya. Tapi perawatannya terlalu mahal. Mudah-mudahan ke depannya bisa ramai lagi," imbuhnya.
Ia menambahkan destinasi wisata yang membujur di 2 desa baik Desa Pasarbanggi dan Desa Tireman ini, sudah 3 tahun ini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Pasalnya, jumlah pengunjung yang dulunya mencapai ribuan setiap bulannya kini tinggal 5 ratusan. Bahkan kalau masih ada 5 pengunjung dianggap berkah.
Hal itu menjadikan destinasi wisata yang dibangun untuk mengurangi abrasi pantai pada 1999, pada saat Bulan Ramadhan ini memilih libur. Walau ketika ada mahasiswa atau peneliti melakukan survey tetap dilayani.
Ngajiman menerangkan tiket masuk ke Jembatan Mangrove tidak dipungut biaya, namun pengunjung dapat memberikan donasi seikhlasnya untuk biaya pemeliharaan dan pengaturan.
"Sama. Dulu sepeda Rp 5.000 mobil Rp 10.000. Bus juga sama dengan dulu. Dulu masih banyak pengunjung, jalan jauh kan masih mau. Sekarang nggak mau. Jarak parkir kan terlalu jauh," ujarnya.
Efek dengan sepinya pengunjung menurut Ngajiman membuat pedagang di area tersebut memilih menjajakan dagangannya seperti pepes telur rajungan dijual lewat online. Pasalnya, pengunjung lebih memilih membawa makanan dari luar. Namun begitu saat ini, masih ada 1 penjual yang masih bertahan.(Masudi/CBFM)