Mengenal Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Mengenal Kelenteng Cu An Kiong Lasem

LASEM - Kelenteng Cu An Kiong Desa Soditan, Kecamatan Lasem, akan menjadi Cagar Budaya Nasional. Usulan itu setelah Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Republik Indonesia, Giring Ganesha, melakukan kunjungan ke 'Tiongkok Kecil' di Rembang, Sabtu (25/1) kemarin.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem, Ernantoro mengatakan Kelenteng yang berada di timur Sungai Dasun itu merupakan Kelenteng tertua di Jawa. Pasalnya, dibangun pada abad ke-13.

"Kalau kita melihat dari bangunan atau peninggalan-peninggalan yang ada di dalam itu menunjukkan Kelenteng ini tempat persinggahan tokoh bernama Cheng Ho. Cheng Ho 7 kali ke nusantara itu paling lama di Lasem," imbuhnya.

Ia menambahkan di tengah Kelenteng ada Arca yang menunjukkan tidak boleh mencuri atau korupsi.

Dulunya kelenteng ini sebelum direnovasi bercat putih, tidak ada besi-besinya dan tidak berpagar.

Diceritakannya pertama kali Cheng Ho mendarat di Lasem pada tahun 1300 Masehi. Dalam ekspedisinya Cheng Ho ditemani tentaranya mulai dari Semarang hingga Tuban. Sehingga menjadikan Sungai di barat Kelenteng dipenuhi kapal-kapal anak buah Cheng Ho.

Ernantoro menjelaskan di depan Kelenteng yang dipisah Sungai Dasun ada Masjid Tiban. Saat masa perdagangan, bagi yang beragama Islam beribadah ke Masjid Tiban. Sedangkan yang beragama Khong Hu Cu masuk ke Kelenteng.

"Terbukti itu ada beberapa pedagang yang agamanya beda-beda," ujarnya.

Mereka saat bersinggah lama sekali. Pasalnya, pada saat itu kapal berlayar mengandalkan angin dalam berlayar.

Keluarga Cheng Ho pada saat keliling dunia menurut Ernantoro tidak mau ikut keliling dunia tetapi lebih memilih menetap di Rembang seperti Bie Nang Un (yang menjadi nama desa di perbatasan Lasem - Sluke) dan Bie Nang Tie.(Masudi/CBFM)

Buffering ...