Masuk Musim Tanam, Petani di Sumber dan Sale Punya Cara Berbeda Tanam Padi

Masuk Musim Tanam, Petani di Sumber dan Sale Punya Cara Berbeda Tanam Padi

REMBANG -Memasuki pekan ke dua bulan November 2024 ini para petani di Kabupaten Rembang mulai turun ke sawah menggarap lahan. Sebagian sudah mulai tanam padi. Seperti di wilayah Kecamatan Sumber, Kaliori, Pamotan, Sedan, dan Sale.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto membenarkan hal itu.

Menurutnya para petani yang berada di daerah dengan pengairan cukup memilik sistem tanam padi dengan cara "tandur". Yakni melalui proses penyemaian, kemudian baru ditanam ke sawah setelah usia tanaman cukup.

Namun bagi petani yang berada di wilayah lahan pertanian yang kering memilih sistem tanam gogo rancah. Atau menebar padi kering langsung ke lahan, akan tumbuh dengan sendiri ketika hujan tiba.

Kata agus, gogo rancah memang kerap diterapkan para petani wilayah Kaliori - Sumber. Sedangkan sistem tandur lebih berlaku di wilayah Pamotan, Sale dan Sedan. Karena wilayah ini memiliki irigasi yang memadai.

"Ini sudah mulai tanah, ada juga yang baru menggarap lahan. Kalau di Sale-Pamotan sudah tandur. Kalau Kaliori dan sekitarnya itu gogo rancah. Tapi saat kita pantau rata-rata sedang olah lahan sambil nunggu hujan," bebernya.

Lebih lanjut Agus Iwan menambahkan jika luas lahan yang diperkirakan panen tahun ini mencapai 28 ribu hektare. Dengan taksiran nilai rata-rata panen sekitar 4,8 ton.

Jika dikonversi menjadi beras, dari luas lahan tersebut, Kabupaten Rembang masih dapat dikatakan surplus beras. Meskipun tidak seperti tahun lalu.

"Luas panen yang sudah terhitung sekitar 28.000 hektare. Profitas yang sudah dimunculkan BPS rata-rata 4,8 ton. Kemarin kami hitung konversi ke beras kita masih surplus, tapi cuman sedikit, cuman dua bulan. Tapi biasanya kita surplus di atas 6 bulan," tambah Agus Iwan.

Kondisi panen tahun ini, menurut Dinas dipengaruhi cuaca. Selain itu pada saat musim tanam ke dua tahun lalu petani lebih memilih tanam tembakau dibandingkan tanam padi. Sehingga biasanya Kabupaten Rembang surplus beras di atas 6 bulan, tahun ini diperkirakan hanya 2 bulan saja. (Asmui/Msd/CBFM)

Buffering ...