Lantai Mesanin akan warnai Pasar Rembang

Lantai Mesanin akan warnai Pasar Rembang

REMBANG - Pasar Kota Rembang, didambakan sebagai Pasar Standart Nasional Indonesia (SNI) skala 1. Pasalnya, pasar yang direncanakan berlantai 2 itu berkonsep green building (bangunan hijau), ramah anak dan ramah disabilitas.

Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang, Herry Martono, kepada wartawan, Senin (30/6) mengatakan di Detail Engineering Design (DED) Pasar Rembang terbaru nantinya akan ada lantai mesanin setinggi 1,5 meter. Harapannya memperpendek jarak antar lantai agar lantai atas tidak sepi pengunjung.

"Mesainin itu karena kita menampung pedagang 2,181. Jarak lantai 1 dengan lantai 2 tidak terlalu jauh. 10 anak tangga sudah sampai lantai 2. Pedagang kita akomodir semuanya. Setiap lantai ada tempat parkirnya. Parkir mobil dan sepeda motor," imbuhnya.

Ia menambahkan pihaknya telah menginstruksikan kepada konsultan supaya DED pasar dibuat tema seperti pasar lama masa kolonial, digabungkan dengan potensi milik nelayan, klenteng pecinan dan lain sebagainya.

Herry mengungkapkan anggaran yang dibebankan untuk membiayai revitalisasi Pasar Tradisional tertua di Kabupaten Rembang itu senilai ratusan Milyar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Anggarannya membengkak. Rencana Pak Bupati sekitar Rp 93 Milyar. Setelah dihitung dengan konsultan jadi Rp 126 Milyar," ujarnya.

Bupati Rembang, Harno membenarkan pihaknya akan mengajukan anggaran revitalisasi pasar di tengah Kota Rembang ini akan diusulkan ke Pemerintah Pusat.

"Untuk Rembang sendiri kurang mampu. Kita mencari terobosan. Tahun kemarin Rembang sudah ada anggaran dari pusat. Kalau kemarin pedagang mau dipindah ya dibangun di sana. Karena tidak setuju, anggaran kemarin didrop ke mana. Kita akan berusaha membawa ke Rembang lagi," tuturnya.

DED Pasar Kota Rembang itu menurut rencana akan dibawa ke Jakarta pada Juli nanti.(Masudi/CBFM)

Buffering ...