Keberlanjutan Kota Pusaka Lasem dipertanyakan

LASEM - Pengurus Museum Islam Nusantara, Abdul Hamid, menyoroti keberlanjutan Kota Pusaka Lasem. Hal itu disampaikannya saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten, di Pendapa Museum Kartini, baru-baru ini.
Abdul Hamid mengatakan keberlanjutan Kota Pusaka Lasem yang diinginkannya tidak tentang besar kecilnya anggaran.
"Kami tidak bicara tentang anggaran kecil atau besar. Tetapi bagaimana bisa berlanjut. Bisa nguri-uri sehingga nilai luhur universal kota pusaka bisa jadi pemicu pembangunan di Kabupaten Rembang bisa lebih sejahtera," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan Kota Pusaka Lasem memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah keberadaan pasar kreatif yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.
“Pasar kreatifnya juga belum begitu berjalan, ya. Itu nanti bagaimana agar pasar kreatifnya bisa berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Afan Martadi, menyampaikan bahwa penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan secara bertahap dan telah masuk dalam proyek strategis nasional di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.
“Hasil audiensi dengan Dirjen Kebudayaan, Kota Pusaka Lasem tetap ada dan nantinya akan diarahkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). Langkah teknis yang bisa kita lakukan adalah memasukkan isu strategis ini ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” bebernya.
Afan mengungkapkan keberadaan Focus Group Discussion (FGD) dirasa sangat penting karena adanya kebersamaan pemangku kepentingan guna menyusun desain Kota Pusaka Lasem secara komprehensif. Menurutnya, potensi heritage, budaya, serta ekonomi kreatif (ekraf) di Lasem sangat besar, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan.
Lebih lanjut menurut Afan program KCBN akan diselaraskan dengan konsep city branding yang berlandaskan nilai-nilai sejarah dan budaya guna memperkuat identitas Kota Pusaka Lasem.(Masudi/CBFM)