Jumlah calon haji Rembang meningkat
REMBANG - Jumlah Jemaah Calon haji (JCH) dari Rembang, yang akan berangkat ke Tanah Suci mengalami peningkatan. Pasalnya, pada 2025 hanya 878 orang namun pada 2026 ini menjadi 1.085 orang.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Rembang, Ali Muchyidin, saat rapat persiapan pemberangkatan dan penjemputan jemaah haji Kabupaten Rembang tahun 2026, di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/4/2026) mengatakan jumlah terbanyak JCH berasal dari Kecamatan Sedan sebanyak 171 orang dan paling sedikit Kecamatan Sluke hanya 19 orang. Sementara berdasarkan jenis kelamin CJH didominasi perempuan.
"Kita sedang memantau kesehatan para jemaah dengan Dinas Kesehatan. 1 minggu ini, ada dinamika yang tadinya jemaah kita itu 1.090. Yang 3 sakit. Yang 2 wafat di Minggu ini. Sehingga tinggal 1.085 termasuk 6 petugas haji daerah," imbuhnya.
Ia menambahkan pemberangkatan jemaah haji asal Rembang nantinya terbagi menjadi 5 Kelompok Terbang (Kloter) yaitu Kloter 29 sebanyak 2 orang (bergabung dengan Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan) yang akan berangkat pada 30 April.
Sedangkan Kloter 46 sebanyak 169 orang (bergabung dengan Kabupaten Blora), Kloter 47 sebanyak 354 orang dan Kloter 48 sebanyak 352 orang akan berangkat pada 6 Mei.
Sementaea Kloter 49 sebanyak 202 orang (bergabung dengan Kabupaten Pati) akan berangkat pada 7 Mei.
Ali Muchyidin mengungkapkan saat ini masih ada 13 orang calon haji cadangan yang menunggu pemberangkatan di tahun ini.
Kepala bagian kesejahteraan rakyat sekretariat daerah Rembang, Maruli Dwi Ronisa menerangkan pihaknya melakukan fasilitasi pengambilan koper kosong JCH menggunakan 7 armada truk colt diesel dari Asrama Haji Manyaran Semarang menuju Rembang pada 14 dan 15 April.
"Alhamdulillah sudah terdistribusi ke JCH," ujarnya.
Maruli Dwi Ronisa menjelaskan pengembalian koper untuk dibawa ke embarkasi akan dikumpulkan pada 4 Mei.
Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat sekretariat daerah Rembang, Teguh Gunawarman mengharapkan kepada pendamping haji di masing-masing titik kumpul agar memastikan CJH bisa masuk Gedung Haji bisa tepat waktu.
"Karena akan mempengaruhi prosesi acara pemberangkatan dan rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Rembang," bebernya.
Selain itu, Teguh Gunawarman mengingatkan agar CJH jangan sampai lupa membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi ketika di rumah agar selama melaksanakan Rukun Islam ke-5 itu berjalan aman dan lancar.(Masudi/CBFM)