Hujan Dua Kali Beruntun, Tanaman Tembakau Banyak yang Rusak

Hujan Dua Kali Beruntun, Tanaman Tembakau Banyak yang Rusak

KALIORI - Hujan Deras yang turun dua hari terakhir di Kabupaten Rembang membuat petani tembakau menangis. Karena tanaman yang baru ia tanam beberapa hari yang lalu menjadi rusak, dan terhambat pertumbuhannya.

Menurut salah satu petani tembakau asal Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Sarif mengatakan, tembakau yang baru ia tanam sekitar satu minggu, sebagian sudah patah dan layu, karena terkena air hujan yang sangat lebat.

Akibatnya, beberapa tanaman tembakau harus ditanami ulang karena mati, atau tidak bisa tumbuh dengan baik.

"Kalau mulai kuning kayak gini ya harus ganti yang baru. Kalau hujan terus lama-lama bisa mati," bebernya.

Meski demikian, kata Sarif ia berusaha membuat saluran air, di sekitar tanaman tembakau agar tidak terendam.

Rata-rata untuk tanaman tembakau 1.500 bibit, petani sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 20 sampai Rp 30 juta untuk biaya mulai menyiapkan lahan, tenaga tanam, sampai dengan perawatan.

Jika tanaman tembakau mereka layu atau mati, dipastikan banyak petani tembakau yang mengalami rugi. (Asmui/Msd/CBFM)

Buffering ...