Digitalisasi desa, dorong produktifitas masyarakat

Digitalisasi desa, dorong produktifitas masyarakat

REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang, telah menggalakkan digitalisasi bagi Pemerintah Desa di seluruh kota garam. Pasalnya, digitalisasi ini merupakan bagian dari Rencana Program Pembangunan Jangka Menengah Daerah berupa digitalisasi birokrasi.

Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, kepada CBFM, Senin (24/2) mengatakan 3 titik lokasi yang masih dalam tahap implementasi adalah Kecamatan Rembang, Sluke, dan Lasem.

"Ini sudah keliling. Tinggal 3 titik. Sluke, Lasem dan Rembang kota," imbuhnya.

Ia menambahkan program ini merupakan gayung bersambut dengan program Provinsi Jawa Tengah berupa membangun digitalisasi desa. Hal itu dibuktikan dengan adanya Pemerintah Provinsi menyelenggarakan lomba untuk digitalisasi desa.

Bambang menyebutkan di Rembang sudah ada 7 desa yang berhasil melaksanakan penilaian klasifikasi digital, yaitu Desa Mojowarno, Dresi Wetan, Sambiyan, Punjulharjo, Pantiharjo, Kuangsan, dan Banggi.

"Warga Desa Mojowarno sudah menikmati. Mereka bisa membuat KTPnya sendiri. Mencetak KTP tidak harus ke Kabupaten. Mereka bisa melakukan Administrasi kependudukan dengan mandiri," ujarnya.

Tujuan utama dari digitalisasi desa menurut Bambang membuka ruang produktif bagi masyarakat desa. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan digital untuk keperluan belanja saja, tetapi juga untuk kegiatan yang bisa meningkatkan pendapatan.

"Ini kenyataan hidup saat ini, jika warga kita hanya mengandalkan platform seperti Shopee atau Tokopedia untuk belanja, maka akan terus masuk ke ruang konsumtif. Kita tidak ingin masyarakat kita hanya tahu cara berbelanja, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang lebih produktif," tuturnya.

Dengan adanya digitalisasi ini dapat mempermudah administrasi dan layanan publik, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. Harapannya dapat mendorong produktifitas masyarakat, tidak hanya dalam konsumsi, tetapi juga dalam menciptakan ruang ekonomi yang lebih besar.(Masudi/CBFM)

Buffering ...