Di Rembang, kini telah berdiri pabrik tebu
SULANG - Di Kabupaten Rembang, kini telah berdiri pabrik tebu. Pabrik yang bergerak dalam pengolahan tebu menjadi gula itu berada di Kecamatan Sulang.
Direktur Utama PT. Wadah Karya Rembang, Kamadjaya mengatakan dipilihnya Kabupaten Rembang sebagai pabrik tebu karena di sini banyak komoditas tanaman tebu.
"Dulu Almarhum Mbah Moen (KH. Maimoen Zubair,red) bilang di sini namanya Rembang. Tradisinya tanam tebu sudah keahliannya masyarakat Rembang" imbuhnya.
Ia menambahkan pabrik yang beroperasional di Kecamatan Sulang itu akan menampung tanaman tebu dari Kabupaten Rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz membenarkan dari lahan seluas 26 ribu hektar sawah dan 8 ribu tegalan. Sebanyak 8.900 hektarnya telah eksis ditanami tebu oleh petani sejak jaman dulu hingga sekarang.
"Dinamikanya ini, ada perubahan-perubahan tetapi petani tebu kita tetap masih bilang 'rugiya taklakoni pancen iku penggaweanku' mungkin seperti itu" ujarnya.
Bupati menceritakan 6 tahun lalu, pihaknya kehadiran profesor dari Thailand. Hasilnya berdasarkan penelitian sebaik-baiknya tanah di Thailand adalah sejelek-jeleknya tanah di Rembang.
Sehingga kesimpulannya tanah di Rembang terjadi masalah. Pasalnya rendemen tebu di Thailand bisa di atas 10 sedangkan rendemen tebu di Rembang berada di bawah 8.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengakui dengan adanya kerja sama pembuatan pabrik tebu di Rembang tersebut, pihaknya siap disebut Organisasi Masyarakat (Ormas) tebu. Setelah sebelumnya disebut Ormas tambang.
"Kalau kami pulang dari sini, media massa akan memberi julukan ormas tebu" tegasnya.
Bahkan Haedar berkeinginan Muhammadiyah bisa dibilang ormas petani karena hajad hidup masyarakat luas yang harus dibersamai.
Mantan Gubernur Jawa Tengah 2008 - 2013, Bibit Waluyo menerangkan apabila ingin menanam tebu hasilnya baik harus dengan cara ketika membuat pematang (galengan) harus membujur dari utara ke selatan, jangan membujur timur ke barat, gulma dicabut, rumput yang kering harus dibersihkan, parit yang mengelilingi tebu dibuat dengan kedalaman seukuran siku kaki dan harus dipupuk.
"Bukan setelah ditanam ditinggal lunga. Wayahe panen, teka" tandasnya.
Bibit Waluyo menegaskan apabila aturan itu dipenuhi maka tebunya penuh dengan gula bahkan panjang mencapai 4 meter. Karena terkena sinar matahari secara utuh.(Masudi/CBFM)