Dampak musim kemarau sudah dirasakan masyarakat

Dampak musim kemarau sudah dirasakan masyarakat

SULANG - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Rembang, mulai dirasakan masyarakat. Pasalnya, kondisi kekurangan air mulai berdampak ke semua sektor.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz kepada wartawan, seusai peresmian pabrik gula, di Kecamatan Sulang, Senin (12/8) mengatakan keberadaan Embung Panohan mulai berdampak kepada masyarakat. Karena air embung digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggannya di Kecamatan Rembang. Sedangkan petani di sekitar areal embung juga memerlukan air untuk mengairi sawahnya.

"Bahkan ada yang mengklaim gara-gara PDAM, pertanian tidak dapat apa-apa. Ini yang terus kita komunikasikan" imbuhnya.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah menjembatani keluhan yang disampaikan oleh dua pihak itu baik PDAM maupun petani melalui Camat agar tidak timbul permasalahan.

"Tadi malam sudah kami arahkan supaya ada kepastian. Meskipun agak memperpanjang giliran. Kemarin 1 hari. Mungkin 2 hari. Supaya masyarakat tidak menduga yang tidak-tidak" ujarnya.

Bupati menerangkan dengan adanya langkah itu agar tidak timbul dugaan dari petani. Petani butuh air bersih untuk mengairi tanaman tidak bisa. Sementara airnya malah disedot PDAM untuk mengaliri pelanggan PDAM. Sedangkan pelanggan PDAM digunakan untuk mencuci mobil.

Ketika ditanya wartawan tentang anggaran untuk droping air bersih di saat musim kemarau ini Bupati menjawab pihaknya sudah menganggarkan. Apabila anggaran dari APBD tidak mencukupi, akan diambilkan dari TJSL / CSR perusahaan.

Hafidz menerangkan apabila masyarakat yang sudah kekurangan air bersih supaya lapor kepada kepala desa setempat agar kepala desa mengusulkan pengedropan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah.(Masudi/CBFM)

Buffering ...