Cuaca ektrem, pohon rawan tumbang

Cuaca ektrem, pohon rawan tumbang

REMBANG - Hujan yang mengguyur Kota Rembang, selama sepekan ini, sangat berdampak terhadap lingkungan. Pasalnya, anomali cuaca yang tidak mendukung ini membuat pohon berukuran besar rawan tumbang.

Kepala bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Taufiq Darmawan mengatakan cuaca ekstrem ini, sangat berdampak pada pohon bertajuk lebar dan perakaran yang tidak kuat, mengakibatkan pohon bersangkutan jika diterpa angin kencang, mudah roboh. Jika robohnya berada di jalan raya, akan menghalangi arus lalu lintas. Sehingga membuat pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukan evakuasi, sehingga jalan yang ada, bisa normal untuk lalu lalang kendaraan.

"Pagi hari ini, kita menangani di 2 titik. Yang pertama di Sluke. Pohon Trembesi menghalangi jalan Pantura. Terus kemudian di sekitaran jalan Lasem Pamotan sekitaran Jape. Yang terbesar di Sluke," imbuhnya.

Ia menambahkan sebelumnya pihaknya menangani evakuasi mulai dari siang sampai malam. Karena tumbangnya Pohon Asam berusia ratusan tahun di Pragen, Kecamatan Pamotan ini, selain mengganggu arus lalu lintas juga mengganggu pasokan listrik di kecamatan setempat. Pasalnya, mengenai kabel jaringan listrik.

Taufiq menjelaskan pohon tumbang yang terjadi selama ini, dimungkinkan karena tidak adanya keseimbangan antara tajuk (bagian teratas pohon yang meliputi kumpulan ranting, cabang, dan daun yang menempel pada batang utama) dengan akar. Terutama pohon berdiameter besar rata-rata berusia ratusan tahun seperti Pohon Asam. Karena sudah lama tidak pemruningan (pemangkasan) dahan. Sehingga ketika beban dahan ditambah berat air (karena hujan) ditambah diterpa angin sehingga gampang roboh.

Pasalnya, semakin besar tajuk membutuhkan perakaran yang luas. Namun seringkali berkembangnya area akar mengalami masalah yang disebabkan akar harus dipotong mungkin karena mengganggu ketika ada kegiatan pementasan, akarnya berbatasan langsung dengan lahan masyarakat, adanya pembuatan drainase dan pelebaran drainase.

"Kita menunggu cuaca agak kering. Rencana mau melaksanakan pruning bagian atas pohon-pohon besar itu. Terutama kita fokuskan antara Sulang sampai Pamotan," ujarnya.

DLH Kabupaten Rembang menurut Taufiq pernah melakukan pruning terukur selama 3 bulan pertama tahun 2025, dengan menyasar pohon di Jalan Pamotan - Clangapan. Hasilnya, di jalur tersebut nyaris tidak ada pohon yang tumbang selama 1 tahun kemarin.

Namun pihaknya tidak akan gegabah terhadap semua pohon. Karena fungsi pohon sebagai peneduh juga perlu diperhatikan. Harapannya masih ada pohon peneduh di tepi jalan.(Masudi/CBFM)

Buffering ...