Cuaca ekstrem, petani harus ekstra

REMBANG - Petani di Kabupaten Rembang, pada Musim Tanam pertama (MT 1), agar ada pemikiran ekstra. Sehingga jangan biasa-biasa saja seperti tahun kemarin.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat pencanangan MT 1 dan serah terima Alat Mesin Pertanian (Alsintan), di Lapangan Desa Weton, Kecamatan Rembang, Rabu (18/12).
Bupati mengatakan berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem yang terjadi pada tahun ini, 4 kali lipat dari tahun kemarin.
"Kalau kemarin saja seperti itu, sudah memporakporandakan di wilayah kita. Nanti ada 4 kali lipat musim ekstrem baik itu hujan, angin maupun ombak (gelombang pasang) yang ada di laut," imbuhnya.
Ia menambahkan dengan adanya cuaca ekstrem juga perlu diwaspadai oleh para nelayan dan warga yang dekat pesisir pantai, agar tidak terjadi kecelakaan di laut.
Hafidz menyebutkan selama masa pemerintahannya sejak 2021 lalu, pihaknya telah merealisasikan pembangunan 1.600 sumur bor dari program 2.000 sumur bor dan pengadaan 2.000 hand traktor telah terealisasi 1.600 hand traktor.
Bantuan Alsintan yang diberikan pada tahap 2 ini menurut Bupati berjumlah hampir 300 Alsintan. Sehingga total bantuan yang diberikan pada 2024 ini sebanyak 500 Alsintan.
Dengan rincian combine 7 paket (APBN), corn seller 1 unit dryer jagung 1 unit, perajang tembakau 45 unit, pompa air 26 unit, kendaraan roda tiga 33 unit, tractor roda dua 98 unit, cultivator 118 unit, hanspreyer 299 unit dan rotary 44 unit.
Selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) selama 2024 telah melakukan pembangunan 6 unit embung, 35 paket setara 8.339 meter Jalan Usaha Tani dan pembangunan 353 meter Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani.
Hal itu menunjukkan komitmen Pemkab Rembang dalam mendukung pertanian menuju swasembada pangan nasional yang digelorakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menerangkan saat ini per 17 Desember 2024 telah tertanami 14.161 ha setara 53% dari target di akhir januari sudah tutup tanam sejumlah 26.634 ha.
"Proses tanam saat ini, sudah mencapai 50%. Kita targetkan Januari, sudah tutup tanam. Semua sudah tertanami," ujarnya.
Agus Iwan mengungkapkan dengan adanya tutup tanam sampai Januari, maka targetnya MT 2 (walik dami) sebesar 60% seluas 15.980 ha. Sehingga diharapkan pada tahun 2025 akan memiliki total luas tanam 42.614 ha.
Sebelumnya, pada 2024 dari total luas lahan pertanian 26.634 ha, tercapai luas tanam 31.229 ha. Dari luas tersebut yang berhasil panen adalah 28.731 ha dengan provitas 4,8 ton /ha diperoleh produksi padi 137.908 ton gabah kering panen setara 72.721 ton beras. Sehingga jika kebutuhan penduduk Rembang sebulan adalah 5.000 ton maka hasil panen tahun 2024 dapat mencukupi untuk 14,5 bulan/surplus 3,5 bulan.
Kondisi tersebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa suplus lebih dari 8 bulan. Hal ini disebabkan karena dampak elnino.
Saat ini menurut Agus Iwan pihaknya telah melaksanakan kerjasama dengan Kodim 0720 dalam Upaya mengatasi dampak el nino melalui program Perluasan area tanam padi. Kerjasama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pada MT 2 sd MT 3 tahun 2024 (meskipun kering ) serta mengurangi potensi puso (gagal panen) melalui berbagai upaya seperti irigasi perpompaan, pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD) dan irigasi perpipaan.
Melalui kerjasama ini dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara telah tersalurkan 380 unit pompa air, terbangun irigasi perompaan besar 42 unit, irigasi perpipaan 10 lokasi dan terbangun IATD 687 unit.(Masudi/CBFM)