Ciptakan generasi melek politik, Bakesbangpol gelar peningkatan peran

REMBANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), selama 2 hari yaitu 27 dan 28 Februari 2025, menggelar generasi melek politik berupa peningkatan peran partai politik dan lembaga pendidikan melalui pendidikan politik dan pengembangan etika serta budaya politik. Kegiatan yang digelar di Hotel Pollos itu dihadiri admin partai politik, mahasiswa, serta pegiat organisasi masyarakat.
Kepala Bidang politik dalam negeri dan organisasi kemasyarakatan Bakesbangpol Kabupaten Rembang, Toni Suwarno mengatakan kegiatan ini merupakan ikhtiar pihaknya dalam meningkatkan kehidupan demokrasi dan partisipasi masyarakat sesuai dengan peran masing-masing. Pengamatan dari setiap peserta yang hadir terkait budaya politik nantinya akan disinergikan dalam kegiatan ini.
“Pengamatan dari teman-teman partai, dari lembaga pendidikan, dan juga ormas kita sinergikan atau kita padukan. Sehingga sinergitas dan kolaborasi ke depan bisa lebih baik,” imbuhnya.
Ia menambahkan dalam kegiatan yang dikemas dalam ngopi, interaksi, diskusi, kontemplasi dan relasi itu menghadirkan pemateri dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang dan akademisi dari Universitas YPPI Rembang.
Selain itu, sebagai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan , dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Rembang, pada kegiatan itu nantinya juga diisi pemutaran sosialisasi anti narkoba.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro' menerangkan demokrasi bukan sekadar mekanisme pemilihan pemimpin, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui politik yang beretika dan bermartabat.
"Politik harus menjadi sarana pengabdian. Bukan sekedar perebutan kekuasaan. Oleh karena itu partai politik, lembaga pendidikan, mahasiswa dan pegiat organisasi kemasyarakatan memiliki peran krusial dalam menciptakan ekosistem politik yang sehat dan berintegritas," tuturnya.
Wakil Bupati menjelaskan pendidikan politik bagi masyarakat dirasa sangat penting, terutama bagi mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan. Pasalnya, pemahaman politik yang baik akan membantu masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan atau terpolarisasi oleh kepentingan sempit.
Pendidikan politik menurut Wakil Bupati harus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kritis. Partai politik harus menjadi teladan dalam mengembangkan budaya dialog yang konstruktif dan demokratis.
Laki-laki yang akrab disapa Gus Hanies ini berharap kegiatan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara partai politik, mahasiswa, dan organisasi masyarakat dalam membangun demokrasi yang sehat serta membentuk generasi yang beretika dan berbudaya.(Masudi/CBFM)