Bupati Harno tekankan 2 hal kepada chef MBG

Bupati Harno tekankan 2 hal kepada chef MBG

REMBANG - Bupati Rembang, Harno meminta kepada Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Rembang, supaya menjaga makanan yang diberikan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam keadaan basi dan menimbulkan keracunan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi Chef MBG, di Pendapa SPPG Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Sabtu (9/5/2026).

Bupati Harno mengatakan kasus keracunan dari MBG pernah terjadi di Kabupaten Rembang. Sehingga hal itu menjadi pengalaman. Harapannya supaya tidak terjadi hal serupa.

“Kalau pengamatan saya keracunan bisa terjadi karena terlalu lama memasaknya. Jadwal masak jam 3 malam diloloni jam 12 malam. Ke-2, masakan yang masih panas, ditutup. Airnya dalam sekian jam memudahkan bakteri masuk,” imbuhnya.

Ia menambahkan pihaknya juga meminta menjaga kesesuaian nilai. Pasalnya, keluhan ini, masih sering muncul di media sosial. Di mana terjadi selisih harga dari penyajian daripada yang ditetapkan pemerintah. Karena porsi kecil senilai Rp 8 ribu dan porsi besar senilai Rp 10 ribu.

Pihaknya menurut Bupati tidak memungkiri dengan adanya Perang Hormuz, membuat harga barang terjadi kenaikan. Namun harus ada penyesuaian.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) menyoroti sertifikasi chef. Pasalnya, dari target 115 SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 69 dapur. Harapannya chef dari 69 SPPG ini sudah mengantongi sertifikasi.

“Jadi, dari 69 SPPG ini akan kita pantau. Kita lihat yang sudah punya sertifikasi. Yang belum mana, nanti akan kita berikan laporan ke Bapak Bupati kita teruskan ke BGN melalui SPPI,” bebernya.

Gus Hanies yang juga Wakil Bupati Rembang itu mengungkapkan jika ada SPPG yang mempunyai chef belum bersertifikat akan menjadi catatan dari Satgas. Pasalnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan chef di dapur MBG memiliki sertifikasi kompetensi untuk menjamin kualitas, keamanan, dan standar higienis makanan.

Asesor Lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP), Al Mas’udah menyampaikan kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi Chef MBG tersebut menghadirkan penguji dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Yang akan menguji dari Asesor kompetensi Lembaga Sertifikasi Jasa Boga Nusantara. Jadi, BNSP selaku badan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memberikan sertifikat kompetensi kepada orang-orang atau pekerja yang membutuhkan sertifikat kompetensi ini memiliki anak yaitu LSP yang menguji Bapak / Ibu semuanya,” ujarnya.

Perempuan yang biasa disapa Almas ini menyebutkan dalam kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi Chef MBG diikuti 36 chef MBG. Mereka akan mengikuti uji kompetensi dengan cara menjawab daftar pertanyaan tertulis dan lesan. Di antaranya berupa uji kompetensi teknis cara menyalakan mixer, mengetahui talenan, mengetahui pisau dan cara membuat sup.(Masudi/CBFM)

Buffering ...