BPS Rembang rekrut ratusan mitra tambahan
REMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, mulai rekrut 700an mitra tambahan. Hal itu untuk membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Garam.
Kepala BPS Kabupaten Rembang, Jubaedi, kepada CBFM, di ruang kerjanya, Jum’at (8/5/2026) mengatakan pihaknya membutuhkan sekitar 624 petugas lapangan door to door dan 84 petugas pengawas.
“Terdiri dari mitra dalam koordinasi kami yang ada di database. Karena sebenarnya kami sudah ada mitra yang kita kelola artinya mereka sudah mumpuni terbiasa mengikuti Sensus Ekonomi,” imbuhnya.
Ia menambahkan rekrutmen petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Mei 2026 dengan pendaftaran administrasi utama berlangsung sekitar 8 hingga 11 Mei 2026. Calon petugas wajib mendaftar melalui aplikasi SOBAT BPS. Dengan persyaratan umum bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), sehat jasmani / rohani, disiplin, berkomitmen, serta mampu menggunakan gadget.
Jubaedi menerangkan pembukaan rekrutmen ini langsung menarik perhatian masyarakat di berbagai daerah karena selalu menghadirkan peluang kerja dalam jumlah besar. Selain itu, menawarkan pengalaman kerja lapangan yang luas, petugas sensus juga akan terlibat langsung dalam pengumpulan data ekonomi yang menjadi dasar penting penyusunan kebijakan nasional. Pasalnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan lengkap seluruh unit usaha di luar sektor pertanian yang diselenggarakan oleh BPS. Pendataan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional.
“Mereka akan bertugas melakukan pendataan lapangan. Ada keterangan demografi, siapa yang tinggal di bangunan itu ada berapa keluarga. Ada karakteristik demografi, status perkawinan, pendidikan dan aktifitas pekerjaannya. Apakah sudah bekerja atau tidak?” bebernya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara online (1 Mei hingga 31 Agustus 2026) dan door to door (15 Juni sampai 31 Agustus 2026) ini, menurut Jubaedi pemerintah dapat memperoleh data dasar mengenai jumlah usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga struktur ekonomi Indonesia secara lebih akurat. Informasi tersebut nantinya menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di berbagai sektor.(Masudi/CBFM)