BPS Launching hasil ST2023
REMBANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi mengatakan dalam kegiatan Launching dan sosialisasi hasil ST2023 tahap 2 terdiri atas 6 buku meliputi tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
"Kegiatan launching ini telah dilakukan di 2023, itu hasil Sensus Pertanian 2023 itu secara general. Launching yang kemarin, yang lebih detail lagi per sub sektor" imbuhnya.
Ia menambahkan untuk lebih jelasnya bisa didownload secara gratis di website rembangkab.bps.go.id.
Sebelumnya, dari hasil sensus pertanian didapatkan hasil jumlah usaha pertanian sebanyak 105.368 unit sehingga turun 13,37% dibanding tahun 2013 yang mencapai 121.627 unit.
Sementara jumlah usaha pertanian perorangan sebanyak 105.324 unit turun 13,39% dari tahun 2013 sebanyak 121.613 unit.
Sedangkan jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum sebanyak 12 unit mengalami kenaikan 300% dari tahun 2013 sebanyak 3 unit.
Begitu juga jumlah usaha pertanian lainnya sebanyak 32 unit mengalami kenaikan 190,91% dari tahun 2013 sebanyak 11 unit.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyebutkan di Rembang terdapat 26.600 hektar lahan sawah. 6 ribu hektar di antaranya irigasi teknis. Sisanya sawah tadah hujan dan semi teknis. Di samping ada tegalan sebanyak 28.000an hektar.
"Kita ini melakukan inovasi-inovasi untuk mengatasi curah hujan rendah dan sumber airnya sangat minim. Sehingga membuat embung-embung skala besar, menengah dan skala kecil" ujarnya.
Saat ini, menurut Bupati pihaknya sudah punya 3 embung besar yaitu Embung Lodan di Kecamatan Sarang, Embung Panohan di Kecamatan Gunem dan Embung Sudo di Kecamatan Sulang.
Di samping itu, pemerintah pusat juga membangun Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora untuk membantu pengairan di wilayah Kecamatan Sumber dan Kecamatan Kaliori.
Namun langkah itu belum bisa mengatasi permasalahan pertanian. Sehingga pihaknya membuat terobosan baru dengan membuat sumur skala kecil, sumur resapan. Hasilnya selama 4 tahun telah membangun hampir 2 ribu sumur pantek.
Terkait hasil pendataan BPS terjadinya penurunan jumlah petani, pihaknya melalui dinas terkait telah melakukan terobosan dengan menfasilitasi petani milenial sejumlah 18 ribu orang agar mau terjun ke dunia pertanian.(Masudi/CBFM)