BPR BKK Lasem himpun Rp 602 Milyar uang masyarakat

REMBANG - PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kredit Kecamatan (BKK) Lasem, di triwulan ke-3 tahun 2024, berhasil menghimpun uang masyarakat mencapai Rp 602 Milyar. Uang tersebut terbagi di 66.998 rekening.
Plt. Direktur Utama BPR BKK Lasem, Hery Setyo Nugroho, saat gelegar Tabungan Masyarakat Desa (Tamades), di Pendapa Museum Kartini, Kamis (17/10) mengatakan di triwulan ke-3 tahun 2024, telah menyalurkan kredit kepada masyarakat telah mencapai di atas Rp 513 Milyar.
"Kredit ini dipinjamkan kepada 9.272 debitur" imbuhnya.
Ia menambahkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepercayaan masyarakat yang mempercayakan dananya kepada BPR BKK Lasem, pihaknya memberikan imbal balik kepada penabung berupa hadiah langsung maupun hadiah undian.
Dimana dalam undian gelegar tamades 2024, hari ini, melakukan memberikan hadiah bagi nasabah yang beruntung berupa 1 unit Honda Mobilio, 11 unit kulkas, 11 unit sepe da gunung, 11 led TV dan 14 unit sepeda motor.
Selain itu melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / CSR menurut Hery perbankan milik pemerintah ini memberikan bantuan sarana prasarana kepada lembaga pendidikan, mendukung operasi pasar dalam pelaksanaan pasar murah, pemberian sembako kepada kaum dhuafa, mudik gratis bagi para pekerja yang kerja di Jakarta dan penyaluran air bersih di desa-desa yang mengalami bencana kekeringan.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz berharap agar perbankan bisa masuk ke berbagai sektor. Jangan sampai takut macet. Pasalnya, menjadi peluang bagi perbankan untuk menarik kredit atau menabung.
"Sebagai generator starter, saya minta perbankan semua sektor dimasuki. Pertanian, kelautan, kemudian pertambangan. Potensi-potensi di kita, masuk saja" ujarnya.
Bupati menjelaskan potensi pertanian di Rembang, saat ini, sangat luar biasa. Pasalnya, petani dari hasil tembakau seluas 1 hektar bisa meraih keuntungan bersih antara Rp 50 juta sampai Rp 100 juta selama kurang lebih 3 bulan.
Sementara luasan tembakau di ujung timur Pantura Jawa Tengah itu seluas 6.900 hektar. Tercatat pada 2023 terjual Rp 503 Milyar.
Selain itu menurut Bupati di sektor pertanian juga ada petani tebu yang luasannya mencapai Rp 8.200 hektar. Terlebih hasil dari tebu berupa gula merah yang dulunya Rp 7.000 harganya sekarang Rp 10.800.(Masudi/CBFM)