BPBD Rembang minta waspadai gempa Megathrust

BPBD Rembang minta waspadai gempa Megathrust

REMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, meminta masyarakat untuk mewaspadai gempa bumi megathrust. Hal itu sebagai tindak lanjut Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Sekretaris Daerah, Sumarmo tentang Langkah dan Upaya Kesiapsiagaan Seluruh Instansi dan Masyarakat terkait Ancaman Megathrust. Sebab, bencana tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya gempa dan tsunami.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati mengatakan para ahli menyampaikan sejarahnya pernah terjadi.

"Tapi kapan (waktu megathrust terjadi), itu tidak tahu" imbuhnya.

Ia menambahkan masyarakat harus siap siaga, jika sewaktu-waktu terjadi. Kewaspadaan itu bisa dimulai ketika membangun rumah yang kokoh dan tahan gempa.

Perempuan yang biasa disapa Anjar itu mengungkapkan ketika gempa terjadi, harus bisa menyelamatkan diri.

"Gempa itu kan terjadinya detik. Harus sembunyi di bawah meja. Atau di sudut-sudut rumah. Dengan melindungi kepala. Jika ada bantal, menggunakan bantal" ujarnya.

Jika goncangannya berhenti menurut Anjar supaya berlari mencari tempat yang aman dengan menghindari pohon-pohon besar, tiang-tiang dan mencari tanah lapang.

Apabila terjadi terdampak gempa pihaknya meminta kepada masyarakat untuk segera menghubungi call center BPBD Kabupaten Rembang dengan nomor 082390177474.

Sebelumnya, melalui surat edaran Nomor 360.0/2094 tertanggal 28 Agustus 2024 Pemprov Jateng juga meminta instansi terkait untuk meningkatkan koordinasi dengan BMKG, terutama mengenai informasi cuaca dan aktivitas seismik zona megathrust di daerahnya masing-masing, serta pemantauan secara berkala, baik melalui website maupun media lainnya.(Masudi/CBFM)

Buffering ...