BPBD petakan desa rawan

BPBD petakan desa rawan

REMBANG - Menjelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan pemetaan desa rawan kekeringan. Hal itu sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap potensi wilayah yang mengalami kekurangan air.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M Luthfi Hakim mengatakan pihaknya telah memetakan 64 desa di Kabupaten Rembang mengalami krisis air bersih.

“Pada tahun 2024, ada 64 desa (yang minta droping air,red) itu yang menjadi dasar kami untuk pemetaan persiapan di tahun 2026 ini.
Karena di tahun 2025, tidak ada droping sama sekali,” imbuhnya.

Ia menambahkan pada 2025, curah hujan masih tergolong tinggi. Sehingga musim kemarau di Kota Garam tidak terlalu berdampak bagi desa langganan kekeringan.

Luthfi mengungkapkan salah satu langkah yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah daerah di musim kemarau 2026 adalah droping air bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Di BPBD sendiri ada Rp 75 juta untuk droping. Kita juga ada kerjasama dengan beberapa pihak ada BAZNAS dan PMI total keseluruhan ada Rp 200an juta,” bebernya.

Luthfi yang merupakan Sekretaris BPBD Kabupaten Rembang mengaku saat ini, belum ada permintaan droping air dari desa.(Masudi/CBFM)

Buffering ...