BPBD evakuasi ODGJ tercebur sumur

BPBD evakuasi ODGJ tercebur sumur

REMBANG - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (26/9), berhasil menyelamatkan Orang Dengan Gangguan Jiwa / ODGJ tercebur sumur di Jalan Dorang Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang. Krononologi terceburnya pria sekira 30an tahun ini, tidak ada yang mngetahui motifnya.

Komandan Regu 3 Damkar BPBD Kabupaten Rembang, Teguh Wiwoho kepada wartawan mengatakan pihaknya butuh waktu 1 jam lebih untuk mengangkat korban. Pasalnya, korban selain ODGJ juga memakai Bahasa Sunda.

"Kami negosiasi hampir 1 jam lebih. Sekira 2 jam sekalian angkutnya. Karena harus dipaksa. Orangnya tidak bisa dengan negosiasi. Komunikasinya kacau" imbuhnya.

Ia menambahkan dalam evakuasi itu BPBD dibantu Palang Merah Indonesia, Public Safety Center, Kepolisian Republik Indonesia dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DinsosPPKB) Kabupaten Rembang.

Teguh Wiwoho menjelaskan walaupun korban tidak mengalami luka, setelah berhasil dievakuasi pasien dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soetrasno. Selanjutnya oleh DinsosPPKB Kabupaten Rembang, korban akan dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Pangrukti Mulyo dirawat. Sedangkan untuk mengetahui identitas korban, DinsosPPKB akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang.

Sumur yang menjadi tempat terceburnya ODGJ itu menurut Teguh Wiwoho kedalaman 5 - 6 meter. Sedangkan ketinggian air dari dasar 1 meter.

Kepala Desa Tasikagung, M. Riyanto membenarkan sumur yang menjadi tempat terceburnya warga luar daerah tersebut merupakan sumur peninggalan Belanda.

"Sumber airnya sumber besar ini. Tidak pernah mati. Musim kemarau tetap ada airnya. Warga memanfaatkan airnya pakai timba" ujarnya.

Riyanto mengungkapkan setelah kejadian terceburnya ODGJ pihaknya tidak akan membuat penutup permanen, tidak bisa dimanfaatkan oleh warga.

Pasalnya, sumur tersebut biasa digunakan untuk mencuci kendaraan roda tiga sesusai mengangkut ikan dari TPI, bahkan warga setempat juga menggunakan air tersebut untuk mandi.

Soal perawatan menurut Riyanto di dekat sumur yang berada di sebelah barat perempatan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung itu sudah diberi pembatas, namun jebol ditabrak kendaraan yang lewat.

Pihaknya menerangkan keberadaan sumur serupa bisa ditemui di depan Kantor Pos, dekat Taman Rekreasi Pantai Kartini dan dekat terminal.(Masudi/CBFM)

Buffering ...