Bawaslu Tanam Buah Manggis Sebagai Simbol "Integritas"

REMBANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang, menanam pohon buah manggis di depan kantor sebagai simbol sekaligus komitmen dalam pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Tanam pohon sebagai simbol integritas itu berlangsung Senin pagi (03/02) dengan dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol, Dwi Purwanto serta OPD mitra Bawaslu Rembang.
Kegiatan simbolis ini merupakan bagian dari Program Nasional Bawaslu RI, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan komitmen dalam setiap langkah pengawasan yang dilakukan.
Pohon manggis dipilih sebagai simbol dalam kegiatan ini, diharapkan menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai tersebut untuk diinternalisasi oleh pengawas pemilu dan masyarakat. Dalam acara ini, penanaman pohon manggis tidak hanya bertujuan sebagai aksi fisik, tetapi sekaligus sebuah representasi dari upaya mental dan spiritual yang harus dihadapi oleh setiap pengawas dalam menjaga kualitas demokrasi di Tanah Air.
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, menjelaskan bahwa pemilihan pohon manggis mengandung makna mendalam.
“Pohon manggis melambangkan ketahanan dan komitmen dalam menghadapi berbagai tantangan. Buahnya yang manis merepresentasikan hasil baik yang bisa dicapai ketika pengawasan dilaksanakan dengan integritas, sementara kulit pohon yang kasar menggambarkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi oleh pengawas pemilu,” ujarnya.
Melalui kegiatan simbolis ini, Bawaslu berharap dapat memberikan contoh nyata tentang pentingnya menghargai nilai-nilai integritas dalam pengawasan pemilu maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan kolaboratif antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait, Bawaslu optimis bahwa pengawasan pemilu akan menjadi tanggung jawab bersama.
"Harapannya, langkah ini dapat menghasilkan pemilu yang lebih transparan, adil, dan mencerminkan cita-cita demokrasi yang sesungguhnya di Kabupaten Rembang," pungkasnya. (Asmui/Msd/CBFM)