Banjir Pati Kudus berimbas ke penumpang bus

Banjir Pati Kudus berimbas ke penumpang bus

REMBANG - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati - Kudus, dampaknya sangat dirasakan. Pasalnya, membuat kendaraan yang melintas di Kabupaten Rembang sangat berkurang.

Salah satu sopir travel, Kolis mengatakan dengan adanya banjir di Pantura Pati - Kudus, sangat menguntungkan driver travel / carteran. Pasalnya, penumpang yang terlantar, membutuhkan jasanya.

"(Sekarang) Bus nggak ada, penumpang nggak ada. Biasanya bus nggak ada, penumpang banyak. Ini nggak ada. Ya biasa saya stand by di sini. Penumpang banyak, saya ambil di terminal. Kadang dari Taman Kartini, ada macet telpon. Kadang dari Lasem telpon," imbuhnya.

Ia menambahkan biasanya hanya melayani panggilan dari rumah. Kini setelah adanya kemacetan melayani panggilan penumpang yang tidak bisa pulang sampai di tujuan. Pasalnya, bus Surabaya - Semarang dengan penumpang sedikit, pasti putar balik dari Lasem atau Rembang. Semalam ada 8 bus yang harus putar balik. Karena sopir bus tidak mau ambil resiko dengan sedikit penumpang harus terjebak kemacetan.

Kolis menjelaskan dengan adanya kemacetan di barat Rembang, apabila ke Semarang harus memilih jalur lewat Purwodadi. Karena dirinya melayani carteran dari Rembang Tuban atau Rembang - Semarang. Namun jika travel sampai tujuan yang dikehendaki penumpang.

Selain macet menurut Kolis yang menjadi kendala jalan yang berlubang. Bahkan mulai Pentungan sampai pertigaan Dresi lubangnya cukup lumayan. Hingga perjalanan yang ditempuh bisa terlambat 2 jam dibanding dari biasanya.

Terpisah, penjaga agen bus malam, Harno mengaku tidak terpengaruh karena bila penumpangnya banyak memberangkatkan 1 bus. Namun bila pengurangnya tidak ada 1 bus, maka penumpangnya akan digabung dengan bus lain.

"Kalau dari Rembang masih aman. Masalahnya bus dari Bojonegoro. Mungkin setelah dari Pati, mungkin kena. Masih normal-normal saja. Kalau dari Jakarta kurang tau. Sampai sini malam," ujarnya.

Harno mengungkapkan walaupun tidak terpengaruh namun saat ini, penumpangnya mengalami penurunan. Karena biasanya di atas 20 penumpang, saat ini minimal 5 penumpang.

Menurunnya penumpang itu disinyalir Harno karena dipicu adanya rasa malas. Pasalnya, ketika sampai di Jakarta terjadi banjir dan tidak ada pekerjaan.(Masudi/CBFM)

Buffering ...