Abrasi di Pantai Caruban berdampak kunjungan wisata

LASEM - Pantai di sepanjang Kabupaten Rembang, rawan terkena abrasi. Salah satunya di sepanjang Pantai Caruban, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem.
Hubungan Masyarakat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bakti Mulyo Desa Gedongmulyo, Duriyono mengatakan abrasi yang terjadi di Pantai Caruban pada tahun ini lebih parah jika dibanding pada tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, ketinggian ombak sampai 3 meter dan melangkah sampai ke jalan.
"Abrasi itu datangnya pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan tidak separah ini," imbuhnya.
Ia menambahkan dengan adanya abrasi itu berdampak ke jumlah kunjungan wisata berkurang. Pasalnya, pada 2023 mendapat pendapatan sebesar Rp 100 juta namun pada 2024 pendapatan yang masuk ke BUMDes hanya Rp 50 juta.
Selain itu tingkat kenyamanan pengunjung berkurang akibat pemandangan kurang enak, banyak pohon cemara yang roboh, 2 dari 3 jalan berjajar tergerus pantai, 4 dari 9 gazebo mengalami kerusakan dan permainan anak-anak berupa jungkat jungkit dan bandulan ikut terseret ombak.
Pria yang biasa disapa Bang Wen menyebutkan pesisir pantai yang terkikis oleh abrasi sepanjang 10 meter selama 3 tahun.
Pedagang di Kawasan Wisata Caruban, Ika Riskawati mengungkapkan omzet yang masuk ketika ramai antara Rp 700 ribu hingga 800 ribu per hari namun setelah adanya abrasi omzetnya berkurang antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.
"Turun drastis. Turun banyak. 50% ada," ujarnya.
Ika menjelaskan dengan adanya hujan angin pengunjung juga sepi sehingga pendapatan penjual juga mengalami penurunan.
Ketika ditanya penanganan yang dilakukan pemerintah menurut Ika sudah mengecek lokasi yang terdampak abrasi. Sedangkan untuk penanggulangan menunggu ombaknya reda yang diperkirakan pada Bulan Juni / Bulan Juli.(Masudi/CBFM)