8 sekolah di Rembang mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional

REMBANG - 8 sekolah di Kabupaten Rembang meliputi Sekolah Dasar (SD) negeri 1 Dadapan Kecamatan Sedan, SD negeri 2 Dorokandang serta SD negeri 2 Selopuro Kecamatan Lasem, Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri 1 Kragan, SMP negeri 1 Pamotan, SMP negeri 1 Pancur, SMP negeri 1 Rembang dan SMP negeri 1 Sumber, Rabu (2/10) mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2024. Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Alue Dohong, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Sutrisno mengatakan sekolah baik SD maupun SMP yang mendapat penghargaan Adiwiyata sudah tidak ada hal negatif di sekolah tersebut.
"Sekolah yang sudah menyandang Adiwiyara berarti sekolah itu sudah layak untuk tempat belajar. Berarti layak untuk anak. Di situ sudah tidak ada bullying" imbuhnya.
Ia menambahkan ketika anak merasa nyaman sekolah di sana. Tahun berikutnya orang tua, akan berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
Sutrisno mengungkapkan nantinya sekolah yang mendapat Adiwiyata nasional ini, akan mendapat hadiah Rp 400 juta. Hadiah yang diberikan diwujudkan dalam pembangunan fasilitas penunjang.
"Pak Bupati masih menganggarkan. Tentu saja disesuaikan dengan keuangan" ujarnya.
Jika dibandingkan dengan sekolah yang belum mendapatkan predikat Adiwiyata menurut Sutrisno tentu terdapat perbedaan yang sangat mencolok. Pasalnya, sekolah Adi wiyata lingkungan sekolahnya lebih asri dan nyaman. Karena sekolah, dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah tersebut memiliki komitmen untuk berperilaku bersih, sehat, dan mencintai lingkungannya.
Tentunya keberhasilan sekolah tersebut untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional tidak lepas dari campur tangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang yang tidak bosan melakukan pembinaan, mengatasi masalah sampah, mengolah sampah, dan menghijaukan lingkungan sekolah.(Masudi/CBFM)