20 warga PKBM Sekolah Kerja ikuti pelatihan membatik

REMBANG - 20 orang warga kejar paket baik paket A, paket B maupun paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sekolah Kerja, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Rembang, mengikuti Pelatihan manajemen batik dan fashion. Mereka dibimbing guru dan praktisi batik dari Kecamatan Lasem dan Kecamatan Sedan.
Kepala sekolah, Mochammad Ali Shodiqin mengatakan para peserta mengikuti pelatihan selama 3 hari terhitung mulai Jum'at (13/12) sampai Ahad (15/12).
"Pertama hari ini, di sini lanjut praktek belajar batik dan manajemen di Lasem. Hari ke-2, kunjungan fashion di Magersari. Hari ke-3 ada fashion show di sini," imbuhnya.
Ali Shodiqin menambahkan setelah selesai pelatihan nantinya akan melakukan rencana tindak lanjut dengan 5 kepala desa / kelurahan. Pasalnya, batik yang dikerjakan itu merupakan batik yang mewakili Kelurahan Tanjungsari, Desa Waru, Desa Sumberjo, Desa Tasikagung dan Desa Padaran. Nantinya batik dari 5 desa ini, akan dilegalisasi di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro' mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi dilaksanakannya pelatihan membatik karena dapat meningkatkan kapasitas warga PKBM sekaligus meningkatkan daya saing di sektor fashion / batik.
"Siswa PKBM pernah putus sekolah, tetapi sekarang punya semangat lagi untuk melanjutkan pendidikan. Sesuai dengan nama PKBMnya Sekolah Kerja. Jenengan setelah lulus, ini bisa langsung bekerja," tuturnya.
Pria yang biasa disapa Gus Hanies ini meminta kepada pelatih untuk bisa disisipkan materi marketing. Pasalnya, di era sekarang di zaman serba digital peserta perlu dibekali teknik manajemen strategi pemasaran online.(Masudi/CBFM)