KALIORI – Semangat dan antusias warga masyarakat Kabupaten Rembang, dalam memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada setiap tahunnya tidak pernah luntur. Buktinya sejak 1 Agustus 2022, berbagai lapisan warga masyarakat Kota Garam, sangat semangat dan antusias melakukan gerakan kebersihan, mengecat pagar dan bangunan, memasang bendera merah putih, umbul-umbul, membuat gapura, memasang lampu hias dan ornamen lainnya, menggunakan warna merah-putih.

Bahkan di sejumlah wilayah desa dan kecamatan menggelar berbagai pertandingan olah raga, baik olah raga prestasi maupun olah raga rekreasi dan olah raga hiburan, bahkan pentas kesenian.

Hal itu seperti yang disampaikan Camat Kaliori, Suyanto, untuk memeriahkan dan menyemarakkan HUT ke-77 kemerdekaan RI di Kecamatan Kaliori, didahului dengan lomba karnaval dengan peserta dari kategori Kelompok Belajar (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Umum dengan start Lapangan Desa Wiroto dan finish di Lapangan Dresi Kulon yang dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus.

Kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran dan malam tirakatan pada tanggal 16 Agustus dilanjutkan upacara pengibaran bendera dan upacara penurunan bendera pada tanggal 17 Agustus.

“Karena 3 tahun sudah tidak ada upacara. Kini ada upacara. Upacara saja ada 2 kali. Pengibaran dan penurunan bendera. Namun disela-sela itu ada kewajiban untuk mengikuti detik-detik proklamasi secara daring tingkat nasional, itu juga kita ikuti. Selain itu ada tabur bunga di makam pejuang di Kaliori,” Imbuhnya.

Suyanto menjelaskan kegiatan Agustusan dilanjutkan dengan lomba pentas seni dengan peserta KB, TK, SD dan Umum pada tanggal 18 Agustus. Kegiatan ditutup dengan senam massal yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Kaliori, pada tanggal 19 Agustus 2022.

Hal senada juga diungkapkan itu Camat Lasem, Abdul Rouf, untuk memperingati gebyar hari kemerdekaan di Kecamatan Lasem diawali dengan gerak jalan antar dinas / instansi di Kecamatan setempat, pada tanggal 15 Agustus.

Dilanjutkan dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera di Lapangan Desa Soditan, pada tanggal 17 Agustus.

“Karena kemarin sudah ada Hari Jadi Lasem, sehingga pada 17an tahun ini, tidak mengadakan karnaval. Gantian tahun depanlah,” Ujarnya.

Kegiatan 17an menurut Abdul Rouf diakhiri dengan pementasan wayang kulit dengan 3 dalang lokal dari Kecamatan Lasem, pada tanggal 18 Agustus 2022.(Masudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…