Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengakui kinerja pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Rembang, tidak biasa-biasa saja tetapi sangat luar biasa. Hal itu disampaikannya, saat kegiatan pelantikan pengurus PMI Kecamatan se-kabupaten Rembang masa bakti 2022-2027, di Pendapa Museum RA. Kartini, hari Sabtu (16/4).

Wakil Gubernur Jawa Tengah mengatakan kinerja PMI Kabupaten Rembang dalam menangani Covid-19, dinilai mampu memenuhi permintaan darah dari kabupaten tetangga, serta aktif melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan.

“Itu menunjukkan bahwa kinerja PMI di Kabupaten Rembang, bagus.” Tambahnya.
Ketua kehormatan PMI Jawa Tengah itu menjelaskan ketika lonjakan Covid-19 sekitar Juli-September 2021, banyak orang keluar masuk rumah sakit, bahkan meninggal dunia, PMI turut menekan penularan Covid-19, di antaranya mengencarkan program Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) yang diluncurkan Pemprov Jateng. Sehingga PMI kota garam menjadi salah satu PMI penopang kemanusiaan di bagian timur Jawa Tengah.

Pejabat asal Kabupaten Rembang itu mengharapkan kepada Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Rembang, yang dilantik supaya segera menyusun dan melaksanakan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat luas, dengan tetap memegang 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional, yaitu: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Tingkatkan kerjasama yang sinergis dan berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, masyarakat, dan pemangku kepentingan di semua tingkatan PMI dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.

Putra ulama kharismatik asal Kecamatan Sarang KH. Maimoen Zubair tersebut mengungkapkan undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan mengamanatkan penyelenggaraan kepalangmerahan dapat dibebankan kepada APBD maupun sumber lain yang tidak mengikat sesuai peraturan yang berlaku. Untuk itu, selain dari sumbangan masyarakat dalam Bulan Dana PMI, kiranya dapat dikembangkan penggalian sumber daya lainnya dengan menggandeng lembaga/perusahaan besar yang ada di wilayah masing-masing. Saya harapkan, dana yang tersedia semakin meningkat sehingga misi kemanusiaan yang bisa dilakukan juga lebih banyak, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan, sehingga tidak ada nilai ekonomi. Namun yang ada justru nilai sosial. Karenanya, apabila sudah masuk PMI, maka harus siap ikhlas lahir dan batin melaksanakan tugas pokok PMI, yakni kemanusiaan.

“Baru kali ini PMI Rembang kecukupan darah, padahal yang mengambil dari Pati, Grobogan, dan lainnya. Untuk memenuhi stok darah, PMI Rembang terus menggalang donor darah ke ormas-ormas, ponpes, Fatayat, dan organisasi lainnya, diajak bersama sama memajukan PMI,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan PMI Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ meminta pengurus PMI Kecamatan periode 2022- 2027 yang baru saja dilantik ikut aktif berperan dalam giat layanan vaksinasi seusai tarawih yang gencar di lakukan di wilayah kecamatan masing- masing.

“Saya harapkan sebisa mungkin kawan- kawan pengurus baru PMI ini bisa ikut andil terhadap kegiatan tersebut (vaksinasi setelah sholat tarawih-red),” Harapnya.(Dari Rembang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…