Wabup Berharap Ada Petugas yang Bantu Pemilih Lansia Melipat Kertas Suara Usai Dicoblos

 

REMBANG – Dalam rangka pelaksanaan tahapan pemilu 2024, KPU Kabupaten Rembang kembali mengadakan sosialisasi simulasi pemungutan dan penghitungan suara, Rabu (31/10. Kali ini TPS 05 Desa Pandean Kecamatan Kota menjadi sasaran sosialisasi simulasi.

Kegiatan sosialisasi simulasi itu merupakan kali ke 2 yang dilaksanakan KPU Rembang setelah sebelumnya terselenggara di Kecamatan Pamotan. Hampir semua pemilih di Desa tersebut dilibatkan dalam simulasi.

Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menyampaikan sedikitnya 80 persen dari total sekitar 230an pemilih yang ada di Desa Pandean dilibatkan dalam simulasi itu. Dalam simulasi memang menghadirkan pemilih yang riil agar pemilihan kedepan bisa berjalan lancar.

“Hari ini kita melaksanakan di TPS 5 Desa Pandean dengan pemilih yang riil. Jadi pemilih yang riil di TPS 5 kita undang untuk melakukan simulasi ini. Memang ada perbedaan di surat suara, kalau simulasi pakainya surat suara dengan nama-nama buah,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, berdasarkan pengamatan simulasi pertama di Pamotan, rata-rata pemilih membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit untuk menyelesaikan proses pencoblosan. Ia mengklaim dengan jumlah 4 bilik setiap TPS cukup untuk mengakomodir seluruh pemilih dalam sehari.

“Ini biliknya kan ada 4 ya, artinya bisa berbarengan 4 orang pemilih langsung melakukan pencoblosan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ usai mencoba simulasi pemilihan mengaku jika tidak ada kesulitan apapun dalam melakukannya. Hal itu wajar karena pada pemilu 2019 lalu, hal serupa juga sudah pernah dilakukan.

Hanya saja dalam simulasi itu dirinya menyoroti untuk melakukan pencoblosan tanpa memilih nama calon saja membutuhkan kurang lebih 5 menit. Apalagi jika harus mencari nama dari 5 jenis surat suara, dipastikan bakal butuh waktu yang lebih lama.

“Untuk pemilih ini tidak memilih nama calon itu bisa sampai 5 menit. Dari membuka surat suara, mencoblos, dan melipat surat suara. Apalagi yang DPRD, DPRD Provinsi dan DPR RI itu kan besar-besar, mengebalikan dengan lipatan semula ini juga butuh waktu. Apalagi kalau pemilih yang sudah berusia, pasti akan butuh banyak waktu,” jelasnya.

Laki-laki yang akrab disapa Gus Hanies itu berharap ada petugas yang dapat membantu pemilih utamanya para lansia untuk melipat kertas suara usai dicoblos. Agar proses pemilihan dapat berjalan lancar dan selesai lebih cepat. (Dari Rembang Rendy Melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *