Voltase listrik tidak stabil dikeluhkan warga

SEDAN – Voltase listrik dari PT. Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang berada di Kecamatan Sedan, dikeluhkan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Menoro, Jidan Gunorejo, pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan, di Pendapa Kecamatan Sedan, senin kemarin.

Jidan mengatakan dengan adanya voltase listrik yang tidak stabil, menyebabkan terganggunya warga yang mempunyai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri rumahan.

“UMKM dan industri rumahan yang menggunakan listrik, tidak bisa memajukan usahanya. Karena terbengkalai dengan urusan listrik,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Rembang itu menambahkan pada saat malam hari voltasenya 16 volt. Sehingga bisa merusak alat-alat elektronika.

Bahkan menurut Jidan Unit Layanan Pelanggan PLN Rembang sudah berkunjung ke desanya mengecek kondisinya antara 160 hingga 170 volt.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz sudah mengeluhkan kondisi itu kepada Direktur Utama PT. PLN dengan disaksikan Gubernur Jawa Tengah.

“Wis takelek-elek PLN paling bosok ya PLN Rembang saya gitukan. Apa jawab direkturnya nanti akan kami terjunkan tim. Terus sampai sekarang,” ujarnya.

Bupati memprediksi kunjungan PLN ULP Rembang ke Sedan sebelumnya, dimungkinkan karena keluhan pihaknya ke Direktur Utama PLN.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *