Resesi global yang berdampak terhadap perlambatan ekonomi dunia secara tidak langsung juga dirasakan di Indonesia termasuk Kabupaten Rembang. Belum lagi ditambah imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belum lama ini.

Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang, Rofieq Pahlevi menyampaikan, saat ini situasi perekonomian global mengalami perlambatan yang berimbas kepada pelaku usaha ekspor. Salah satu diantaranya adalah sektor industri sepatu, dan industri pengolahan ikan di Kabupaten Rembang yang mulai berkurang permintaan dari luar negeri.

“Harusnya di akhir tahun itu ada peningkatan kapasitas produksi, tetapi karena situasi pengaruh dari ekonomi global, mau tidak mau tidak memungkinkan untuk menambah. Tidak hanya di pabrik sepatu saja tapi industri pengolahan ikan yang orientasi ekspor,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, penguatan daerah terhadap pelaku usaha mikro kecil harus terus dilakukan. Mengingat keberadaan pelaku usaha mikro kecil yang keberadaannya sangat besar dan pasarnya mayoritas dalam negeri atau lokal dapat menopang perekonomian daerah agar tidak kena dampak dari potensi resesi perekonomian global.

Pelaku usaha mikro kecil memiliki peran yang sangat besar bahkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan dengan pelaku usaha menengah besar.

Diungkapkannya realisasi usaha mikro kecil pada triwulan III sebesar Rp. 134.144.787.099, dibandingkan usaha menengah besar yang hanya Rp. 91.758.726.414.

“Pertumbuhan ekonomi usaha mikro kecil kita itu juga luar biasa. Tidak hanya dari jumlah atau dari nilai investasi, tetapi dari serapan tenaga kerja pelaku usaha mikro ini sebetulnya jauh lebih besar dari serapan tenaga kerja perusahaan menengah besar,” bebernya.

Kendati demikian, lanjut dia, investasi dari perusahaan menengah besar tetap harus wajib diupayakan. Sebab, dari munculnya perusahaan menengah besar tersebut akan memicu tumbuhnya usaha mikro kecil baru di wilayah perusahaan tersebut.

“Tidak hanya pada saat mereka (perusahaan) operasional, tumbuhnya usaha mikro kecil itu sudah dimulai pada saat tahapan konstruksi. Setidaknya industri makan dan minum, industri transportasi, industri perdagangan,” imbuhnya.

Keberadaan perusahaan besar juga memberi multi efek bagi usaha mikro kecil lainnya seperti yang ada di destinasi wisata. Sebab, meningkatnya kesejahteraan masyarakat dengan bekerja di perusahaan besar tentu berimbas juga pada meningkatnya daya beli masyarakat.(Dari Rembang Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…