Pemerintah Kabupaten Rembang merevisi kebijakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka PTM di Kabupaten Rembang. Hal itu disampaikan oleh HUMAS Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya, kepada wartawan, di kantornya, hari Selasa (15/2).

Arief mengatakan perubahan kebijakan pembelajaran tatap muka itu karena adanya perubahan penetapan level 1 ke level 2. Sehingga pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara hybrid 50 persen di ruangan kelas, 50 persen berada di rumah dan jam pembelajaran ditetapkan 4 jam dalam sehari.

“Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sudah membuat edaran ke sekolah-sekolah PAUD, SD, SMP di Kabupaten Rembang yang menjadi kewenangannya,” Imbuhnya.

Arief mengungkapkan jika siswanya dalam satu rombongan belajar, melebihi kapasitas, maka dibuat sehari masuk satu hari libur.

Arief juga menyampaikan pihak sekolah diminta untuk melaksanakan penyemprotan disinfektan, membuat laporan kejadian khusus secara berkala dan apabila warga sekolah terkonfirmasi positif maka akan dilakukan isolasi mandiri yang dikoordinasikan dengan tim gugus Covid-19 setempat.

Berdasarkan data, per tanggal 15 Februari 2022, jumlah kasus 120 orang terkonfirmasi positif, 20 diantaranya bergejala ringan disertai penyakit penyerta.

Sebelumnya 31 Januari 2022, Kabupaten Rembang dinyatakan masuk PPKM level 1 dan menggelar simulasi PTM 100 persen. (Msd/Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…