Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang telah mengumumkan bahwa tradisi syawalan akan digelar pada tahun ini. Setelah dua tahun kemarin vakum akibat adanya pandemi covid-19.

Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Muttaqin menyampaikan tradisi syawalan akan kembali digelar pada ramadan 1443 H. Tidak seperti festival tong tong klek, pelaksanaan syawalan tetap menggunakan skema seperti tahun sebelumnya.

Hanya saja, lanjut dia, protokol kesehatan (prokes) harus wajib diterapkan dalam pelaksanaan tradisi tahunan tersebut. Mengingat Kabupaten Rembang masih berstatus PPKM level 2.

“Sebagai informasi untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya, bahwa atas petunjuk dan arahan dari Bupati Rembang, untuk syawalan 1443 hijriah tahun 2022 akan digelar di taman kartini seperti tahun-tahun sebelumnya. Tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata dia.

Lebih lanjut Muttaqin menerangkan, Tempat Rekreasi Pantai (TRP) Kartini masih menjadi lokasi langganan acara yang mendatangkan banyak pedagang tersebut. Bahkan halaman gedung balai kartini juga disiapkan untuk mengantisipasi melubernya pedagang yang ingin menggelar lapaknya.

“Untuk lokasinya nanti berada di TRP Kartini. Kalau memang minat pedagang nanti masih banyak yang membutuhkan, kita kasih kesempatan di sebelah timur sampai di halaman balai kartini,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk pemetaan lapak pedagang masih menunggu hasil rapat lintas sektoral oleh panitia penyelenggara. Sementara untuk jalan kartini, dipastikan tidak akan digunakan sebagai lokasi untuk menampung pedagang yang mengikuti acara syawalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…